Pius Seran B: Penting Dokumentasi Budaya Lisan Timor-NTT

  • 05 Feb 2026 10:49 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua-Tokoh masyarakat dan pelaku budaya Malaka, Pius Seran B, S.Ag, menegaskan pentingnya revitalisasi, pengarsipan, dan dokumentasi budaya lisan di Kabupaten Malaka, Belu, bahkan daratan Timor-NTT.

“Penuturnya semakin ditelan waktu, sementara kita belum meninggalkan arsip yang bisa dipelajari anak cucu, ” tuturnya kepada rri.co.id, Rabu 4 Februari 2026. “RRI harus jemput bola, jangan tunggu. Dokumentasikan sekarang agar budaya dan tradisi tidak hilang.” 

Menurut Pius, tradisi lisan seperti syair pantun, puisi daerah, dan nyanyian tradisional kian terancam punah karena penuturnya semakin berkurang dari waktu ke waktu.

Ia menekankan dokumentasi budaya bukan semata tanggung jawab tokoh adat atau akademisi, melainkan panggilan nurani setiap anak bangsa yang mencintai budayanya.

“Saya bukan tokoh budaya, bukan sastrawan, tapi saya pencinta budaya. Dan karena cinta itulah saya bicara,” kata Opa Pius kepada rri.co.id.

Opa Pius menyoroti ironi banyak arsip budaya Timor tersimpan rapi di Belanda, diterjemahkan dari bahasa lokal, serta disimpan di museum dan perpustakaan negeri kincir angin namun minim di daerah asalnya.

“Kalau bangsa lain yang pernah menjajah saja merasa budaya kita penting untuk diarsipkan, lalu kenapa kita sendiri lalai menjaganya?” katanya.

Ia mengingatkan tanpa dokumentasi serius, generasi penerus akan kehilangan identitas budaya mereka secara perlahan namun pasti dalam perjalanan waktu.

“Kalau generasi kami dan generasi setelahnya tidak mendokumentasikan, maka semua akan hilang perlahan tapi pasti,” ucapnya tegas.

Dalam kesempatan itu, Pius mendorong RRI sebagai lembaga penyiaran publik agar aktif menggali serta mendokumentasikan budaya lokal melalui rekaman audio, video, dan tulisan daring.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....