Produksi Beras Organik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan
- 03 Feb 2026 23:02 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Dinas Pertanian TTU terus mengembangkan beras organik sebagai bagian transformasi pertanian berbasis ekonomi dan perlindungan lingkungan berkelanjutan di wilayah perbatasan.
“Kalau kita tidak dukung pertanian organik, ke depan lingkungan kita bisa terdampak akibat penggunaan bahan kimia berlebihan,” ujar Charles Malelak,SP.,M.Si, Plt. Kadis Pertanian TTU, kepada rri.co.id, Selasa 3 Februari 2026.
| Baca juga: 2025 Perum Bulog Atambua Serap 1000 Ton GKP |
Program beras organik saat ini dikembangkan di sejumlah kecamatan seperti Biboki Utara, Biboki Tanpah, Kota Kefamenanu, Biboki Anleu, dan Mutis.
Selain itu, pengembangan juga dilakukan di Motamaro Belu dan, Kecamatan Miomaffo Timur, melibatkan kelompok tani binaan dan tokoh masyarakat setempat.
“Kemarin kita hanya bisa lepas enam sampai tujuh ton ke pasar karena keterbatasan luasan tanam petani,” jelas Charles.
Ia menargetkan produksi meningkat menjadi 10 hingga 20 ton dengan luasan empat sampai lima hektare, karena produktivitas organik tergolong tinggi.
Hasil beras organik TTU kini telah dipasarkan melalui NTT Mart dan pasar luar daerah dengan permintaan yang terus meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....