Maraknya Parkir Liar di Atambua Meresahkan Masyarakat

  • 02 Feb 2026 18:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Maraknya keberadaan petugas parkir di sejumlah titik pusat perbelanjaan, warung makan, dan pasar di Kabupaten Belu belakangan ini menuai keluhan dari masyarakat. Warga menilai kehadiran petugas parkir yang tidak jelas legalitasnya justru menambah beban pengeluaran dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Pantauan rri.co.id di lapangan Senin 2 Februari 2026 menunjukkan, petugas parkir kini mulai muncul hampir di setiap sudut kota, termasuk di warung-warung makan kecil yang sebelumnya tidak pernah menerapkan sistem parkir berbayar. Kondisi ini membuat sebagian warga merasa resah, terutama karena banyak petugas parkir tidak dilengkapi karcis resmi sebagai tanda pembayaran.

Salah satu warga, Ibu Tersiana Boas, mengaku tidak nyaman dengan semakin banyaknya petugas parkir di berbagai lokasi. Ia mencontohkan, di sebuah warung makan yang berlokasi di kawasan Puskot Lama, saat ini sudah ada petugas parkir yang meminta uang parkir meskipun tempat tersebut tergolong usaha kecil.

“Saya merasa tidak nyaman karena di warung makan kecil saja sekarang sudah ada petugas parkir. Mereka juga tidak memberikan karcis, jadi kita tidak tahu apakah itu resmi atau tidak,” ucap Ibu Tersiana.

Ia berharap agar pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan pengawasan dan penertiban secara serius. Menurutnya, masyarakat saat ini sudah cukup terbebani dengan berbagai biaya, termasuk pajak dan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

“Dengan biaya hidup dan pajak yang semakin tinggi, masyarakat jangan lagi dibebani dengan pungutan parkir yang tidak jelas. Pemerintah daerah harus hadir untuk mengawasi dan menertibkan,” katanya

Ibu Tersiana juga menambahkan, selain harus mengeluarkan uang untuk berbelanja bahan pokok yang harganya terus naik, masyarakat kini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir di hampir setiap tempat yang dikunjungi.

“Ke mana pun kita pergi, selalu ada petugas parkir. Ini sangat memberatkan, sehingga perlu segera ditertibkan agar tidak semakin meresahkan,”ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Belu segera mengambil langkah konkret untuk menata dan menertibkan sistem perparkiran, sehingga tidak merugikan warga dan tetap memberikan kenyamanan di ruang publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....