Binoni Menjadi Primadona Wisata Alam TTU

  • 01 Feb 2026 07:59 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Objek wisata Binoni, Gunung Miomafo Barat kini menjelma menjadi tujuan wisata favorit bagi wisatawan penikmat alam karena menawarkan sensasi negeri di atas awan dan pepohonan Ampupu (Eucalyptus urophylla) yang memanjakan mata pengunjung. Objek wisata tersebut berada di Desa Saenam, Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara dan berjarak 36 Km dari arah Kota Kefamenanu.

Gunung Binoni menawarkan panorama alam yang luar biasa, karena berada di ketinggian 1.420 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sehingga pengunjung bisa melihat kota kabupaten lain seperti Atambua, Malaka, TTS, Alor dan bahkan negara tetangga Timor Leste. Saat ini boleh dibilang Binoni merupakan primadona baru bagi wisata alam, pecinta foto grafi dan peneliti wisata.

Camat Miomafo Barat, Markus Nese saat diwawancarai awak media via telpon pada Minggu 1 Februari 2026 menyampaikan bahwa objek wisata Binoni, sangat indah untuk dikunjungi wisatawan dan boleh mengabadikan momen spesial bersama keluarga ataupun pasangan kekasih. Karena keindahan alam maupun pemandangan yang ditawarkan sehingga saat ini Binoni ramai dikunjungi wisatawan tiap pekannya", ujar Markus.

Lanjut Markus bahwa, objek wisata Binoni saat ini memang sangat digemari masyarakat dari berbagai kabupaten/kota. Tetapi sebagai Camat, ia meminta masyarakat khususnya Desa Saenam untuk terus mempromosikannya supaya makin dikenal lebih luas lagi.

Pengelolaan objek wisata Binoni sendiri dilakukan oleh Pemdes Saenam dan peruntukannya bagi PADes sehingga pungutan biaya masuk telah berjalan setahun. Untuk mencapai puncak Objek wisata Binoni, pengunjung perlu menyiapkan fisik karena harus berjalan kaki sejauh 5 Km yang menanjak dan terjal.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Binoni, tidak perlu merogok kocek dalam-dalam karena tarif masuknya hanya Rp 5.000 per orang. Tetapi pengunjung perlu membawa bekal seperti air minum dan makanan yang cukup. Karena perjalanan ke puncak mencapai 5 Km sehingga kalau pulang pergi maka jalan yang harus ditempuh mencapai 10 Km.

Sebelum mendaki ke objek wisata Binoni, wisatawan perlu izin ke leluhur gunung tersebut berupa lilin sebatang dan uang perak Rp.500 di tumpukan batu yang menjadi titik star dan setelah mencapai puncak Binoni perlu melakukan hal yang sama. Tujuan dari lilin dan uang perak dimaksud supaya wisatawan tidak diganggu oleh penghuni gunung Miomafo tetapi dijaga hingga pulang", ujar Markus.

Sebagai Camat Miomafo Barat, Markus Nese berharap kepada masyarakat Kabupaten TTU maupun wisatawan dari luar yang berkunjung ke objek wisata Binoni supaya menjaganya dari sampah plastik. Sehingga objek wisata itu tetap bersih dan lestari dan nyaman bagi pengunjung (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....