Sirih Pinang Simbol Penghormatan Adat Masyarakat Alor
- 31 Jan 2026 21:34 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Tradisi menyuguhkan sirih pinang masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk di Kabupaten Alor. Sirih pinang digunakan sebagai simbol penghormatan dalam menyambut tamu yang datang ke rumah maupun ke lingkungan adat.
Bagi masyarakat Alor, sirih pinang bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga mencerminkan nilai keramah-tamahan dan persaudaraan. Tradisi ini menjadi tanda penerimaan serta penghormatan kepada tamu yang berkunjung.
Warga Desa Hulnani, Rahima, mengatakan menyuguhkan sirih pinang merupakan bentuk pembuka komunikasi yang sopan dan wajib dilakukan. “Sirih pinang itu tanda pertama kami menerima dan menghormati tamu yang datang,” ujar Rahima kepada rri.co.id, Sabtu 31 Januari 2026.
Dalam adat masyarakat Alor, sirih pinang bahkan dinilai lebih utama dibandingkan makanan atau minuman. Tradisi ini menjadi simbol bahwa tamu telah diterima secara adat oleh tuan rumah maupun masyarakat setempat.
Selain sebagai simbol penghormatan, sirih pinang juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Sirih melambangkan kesopanan, pinang melambangkan kejujuran dan ketegasan, serta kapur melambangkan keterbukaan hati yang menyatukan hubungan antarsesama.
Rahima menambahkan, kebiasaan menyirih pinang tidak hanya dilakukan pada upacara adat, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari masyarakat Alor. “Menginang itu tanda keakraban dan kekeluargaan yang sudah lama dijaga oleh masyarakat,” kata Rahima
Ia berharap tradisi sirih pinang tetap dilestarikan oleh generasi muda agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup. Tradisi ini dinilai sebagai identitas masyarakat Alor yang mencerminkan kebersamaan dan persatuan. (Maslan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....