Digitalisasi Buka Pasar Tenun Alor
- 31 Jan 2026 20:57 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor – Mama-mama penenun di Kabupaten Alor mulai memasarkan kain tenun tradisional melalui media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan bersama komunitas Alorasa Kita sebagai mitra promosi dan distribusi produk tenun daerah.
Sebelumnya, penjualan tenun hanya mengandalkan pembeli lokal sehingga pendapatan penenun sering tidak stabil sepanjang musim produksi tahunan. Akses transportasi dari desa menuju Kalabahi juga membutuhkan biaya tinggi, waktu panjang, serta sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Melalui pemanfaatan media sosial, produk tenun ditampilkan dalam bentuk foto, video, dan narasi budaya yang memperlihatkan proses pembuatan kain. Dengan cara ini, pembeli dapat mengenal produk secara lebih dekat tanpa harus datang langsung ke lokasi penenun.
Penenun tidak lagi harus membawa kain secara fisik ke pasar karena promosi dan komunikasi dilakukan secara digital. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dan mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.
Najamudin M. Lobang mengatakan digitalisasi menjadi peluang baru bagi mama-mama penenun untuk meningkatkan pendapatan. “Pemanfaatan media sosial membuka akses pasar yang lebih luas bagi penenun tanpa meninggalkan aktivitas menenun di rumah,” ujar Naja kepada rri.co.id, sabtu, 31 Januari 2026.
Selain promosi, pendampingan literasi digital juga diberikan untuk meningkatkan kemampuan pengemasan produk, pencatatan transaksi, serta pelayanan pelanggan. Program ini membantu penenun memahami manajemen usaha sederhana secara bertahap.
Upaya tersebut menunjukkan tenun Alor dapat berkembang sebagai sumber penghidupan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur. Kemitraan bersama Alorasa Kita pun menjadi jembatan baru menuju kesejahteraan ekonomi penenun secara berkelanjutan. (Maslan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....