TTU Kini Jadi Perhatian Nasional Karena KLB Rabies

  • 30 Jan 2026 09:52 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Kasus rabies di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sudah menjadi isu nasional karena telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Ini menunjukkan betapa seriusnya situasi dan perlunya tindakan cepat untuk mengatasinya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H saat bimtek terhadap relawan PMI TTU di Hotel Ariesta Kefamenanu pada Kamis 29 Januari 2026.

Menurut wakil Bupati Kamilus bahwa, kasus Rabies di TTU bukan lagi isu di provinsi NTT tetapi sudah menjadi KLB sehingga menjadi perhatian nasional. Karena itu, PMI Pusat datang ke TTU untuk mempersiapkan relawan PMI melalui Bimtek sehingga ke depan bisa bersinergi dengan pemerintah dapat mengatasi virus Rabies," ujar mantan staf Ahok ini.

"Saat ini virus Rabies menjadi perhatian PMI Pusat, Provinsi NTT dan PMI TTU. Sehingga sebagai wakil Bupati dan masyarakat TTU secara keseluruhan kita berterimakasih. Karena sudah dilakukan Bimtek terhadap para relawan agar ke depan daerah ini tidak lengah menghadapi virus mematikan ini", ujarnya.

Lanjut Kamilus bahwa, TTU saat ini dalam sorotan pusat soal kasus rabies karena terdapat 4 kabupaten termasuk di dalamnya TTU yang mengalami KLB. Sehingga selaku Wakil Bupati TTU, saya berpesan kepada seluruh relawan PMI supaya mereka mendatangi setiap rumah masyarakat yang memiliki peliharaan anjing supaya didata. Sehingga diketahui apakah hewan penular rabies itu sudah divaksin atau belum supaya tindakan yang diambil itu tepat", ujar Kamilus.

Ia menambahkan bahwa langkah strategis ini ditempuh sehingga menekan angka rabies. Bila perlu virus mematikan itu tidak perlu ada di TTU. Karena itu, relawan PMI itu perlu dibekali benar sehingga tidak salah diagnosa anjing piaraan masyarakat dan mampu mengendalikan virus tersebut.

Sementara Irman selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan, PMI Provinsi NTT, menyampaikan bahwa Kabupaten TTU bersama dengan Kabupaten Belu serta Manggarai sebanyak dua kabupaten sudah mengalami KLB Rabies sehingga perlu sosialisasi intens. Karena itu, PMI NTT memberi Bimtek bagi Relawan sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat.

"Karena pemahaman masyarakat terhadap KLB Rabies ini masih rendah. Bahkan ada masyarakat yang memiliki peliharaan anjing sudah terpapar virus sebelum divaksin. Kemudian saat pemberian vaksin justru anjing piaraan masyarakat mati sehingga terjadi dilematis bagi Dinkes maupun Dinas Peternakan", ujar Irman.

Karena itu, relawan PMI TTU perlu dibekali supaya mereka yang mengedukasi masyarakat. Dengan demikian, relawan akan bekerja sama untuk menangani kasus ini dan mencegah penyebaran lebih lanjut", kata Irman (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....