PMI TTU Bimtek Bagi Relawan Atasi KLB Rabies

  • 29 Jan 2026 19:49 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Empat kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yakni TTU, Manggarai sebanyak dua kabupaten dan Belu mendapat perhatian serius dari PMI Indonesia untuk mengatasi peningkatan kasus virus Rabies di daerah-daerah tersebut. Karena serangan anjing rabies di empat kabupaten ini telah memakan korban jiwa sehingga dikategorikan sebagai kejadian luar biasa. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris PMI TTU, Vemi F. Tefa, S.Ip, mewakili Ketua PMI saat pelatihan bagi Relawan PMI TTU di Hotel Ariesta Kefamenanu pada Kamis 29 Januari 2026.

Menurut Vemi bahwa, upaya mengatasi virus rabies maka PMI TTU melakukan pelatihan bagi Relawan PMI sebanyak 30 orang. Para relawan itu berasal dari Kecamatan Noemuti sebanyak 5 desa dan Kecamatan Kota Kefamenanu sebanyak kelurahan. Sehingga relawan tersebut bisa melakukan survei berbasis masyarakat dan membantu mengatasi virus ini", ujar Vemi.

"Rabies ini merupakan salah satu penyakit zoonosis yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah TTU. Apalagi mobilitas masyarakat serta interaksi yang erat antara manusia dan hewan penular rabies sangat tinggi. Karena itu dibutuhkan SDM yang handal dan perlu dibekali dengan pelatihan seperti para relawan ini", kata Vemi.

Untuk mendapatkan SDM handal supaya menekan rabies di TTU, maka Bimbingan Teknis ini, sangat penting dilakukan. Sehingga ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik relawan PMI, tenaga kesehatan, maupun unsur masyarakat, dalam mengenali tanda-tanda awal rabies. Sehingga bisa melakukan pelaporan dini, serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan KLB rabies berbasis masyarakat", kata Vemi.

Dikatakan Vemi bahwa, Bimtek terhadap para relawan PMI TTU dilakukan selama 3 hari terhitung tanggal 29 hingga 31 Januari. Narasumber dalam kegiatan tersebut dari PMI Pusat, PMI NTT, Dinas Peternakan serta Dinas Kesehatan.

Lebih jauh kata Vemi bahwa, survei rabies berbasis masyarakat (SBM) merupakan pendekatan strategis yang menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam sistem kewaspadaan dini. Dengan keterlibatan masyarakat, diharapkan setiap potensi kejadian luar biasa dapat terdeteksi lebih cepat. Sehingga penanganan virus ini dapat dilakukan secara efektif dan terkoordinasi.

"PMI TTU sebagai mitra pemerintah dalam bidang kemanusiaan memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung upaya-upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran PMI dalam mendukung program kesehatan, khususnya dalam pengendalian rabies di Kabupaten TTU", ucap Vemi.

Selaku Sekretaris PMI TTU, kami mengharapkan seluruh peserta dapat mengikuti Bimtek ini secara serius, aktif berdiskusi. Supaya ke depan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di desa masing-masing. Pengetahuan yang didapat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat TTU", ujar Vemi (S.K).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....