Debit Kali Numponi Di Kab.Malaka Deras Warga Terisolasi
- 28 Jan 2026 09:48 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Intensitas curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air Kali Numponi meningkat dan arus menjadi deras. Kondisi ini menyulitkan warga untuk melintas dan menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.
Saat hujan lebat, warga terpaksa menunggu berjam-jam di tepi sungai hingga air surut agar dapat menyeberang dengan aman. Tidak jarang, aktivitas warga lumpuh setelah jembatan penghubung yang jadi akses utama di jalur tersebut putus diterpa badai Seroja pada 2021 lalu, tak kunjung diperbaiki.
Kali Numponi merupakan akses tercepat yang menghubungkan warga dari tiga kecamatan. Hingga saat ini, masyarakat masih sangat bergantung pada jalur sungai tanpa jembatan tersebut.
“Saya mau langgar tapi tidak bisa karena arus masih terlalu deras. Kalau langgar sekarang sendiri belum bisa, tunggu sedikit lagi, itupun kalo langgar harus dua atau tiga orang baru berani, saya sudah tunggu 2 jam lebih, padahal rumah dekat saja di sebelah kali, kalau lewat jalur lain sangat jauh,” ujar Deni, salah satu warga, Rabu 28 Januari 2026.
Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga, terutama saat musim penghujan. Arus sungai yang tidak dapat diprediksi, terlebih ketika hujan terjadi di wilayah hulu, membuat warga kerap mengurungkan niat untuk menyeberang karena khawatir diterjang arus tiba-tiba.
Meski terdapat jalur alternatif, jaraknya sangat jauh dan memakan waktu sangat lama. Hal ini membuat sebagian besar warga tetap memilih menyeberangi Kali Numponi sebagai akses tercepat, meskipun risikonya tinggi.
Data di lapangan mencatat sedikitnya lima warga meninggal dunia akibat terseret arus sungai saat mencoba menyeberang. Peristiwa tragis terbaru menimpa satu keluarga, di mana seorang anak perempuan meninggal dunia setelah terbawa arus sejauh kurang lebih lima kilometer. Kejadian tersebut menambah trauma dan rasa takut warga setiap kali harus melintas.
“Tiap hari kami kondisi kami begini sudah jadi hampir terbiasa, terlalu sulit langgar kali ini. Apalagi musim hujan begini, saya takut pas di tengah tiba-tiba arus deras bahaya. tadi takut juga kan pas langgar itu gerimis to tapi puji Tuhan bisa sampai seberang. Takut sekali apalagi kami bawa anak,” kata Sisilia Bete, warga setempat.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera membangun jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Rentetan peristiwa nahas yang terjadi sepanjang lima tahun terakhir menjadi peringatan serius bagi para pemangku kepentingan agar segera mengambil langkah konkret. Keberadaan jembatan dinilai mendesak agar tragedi serupa tidak terus berulang dan kembali menelan korban jiwa. (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....