Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik Tahun 2026 Resmi Dibuka
- 28 Jan 2026 09:42 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SD dan SMP. Pendaftaran ini berlangsung mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026 bagi murid yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) valid.
Dilansir dari situs resminya, kemendikdasmen.go.id baru-baru ini, program TKA disebut bertujuan menyediakan instrumen asesmen yang terstandar dan kredibel. Dilakukan guna mengukur capaian akademik murid secara objektif.
Pemerintah berharap hasil TKA dapat dimanfaatkan secara luas oleh sekolah, orang tua, maupun pemangku kepentingan lainnya. Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin menanggapi hal ini.
Ia menyatakan bahwa pembukaan pendaftaran ini merupakan langkah awal yang krusial bagi seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, TKA dirancang sebagai instrumen adil yang mampu menggambarkan kemampuan akademik murid dengan lebih akurat dan terencana.
Setelah masa pendaftaran berakhir, para peserta akan mengikuti rangkaian simulasi serta gladi bersih sebelum memasuki tahap pelaksanaan utama. Simulasi jenjang SMP dimulai pada akhir Februari, sedangkan untuk jenjang SD dijadwalkan berlangsung pada awal Maret 2026.
Pelaksanaan utama TKA bagi siswa SMP dan SD akan digelar secara bergantian sepanjang bulan April 2026 mendatang. Bagi sekolah yang terkendala, pemerintah menyiapkan jadwal susulan pada Mei sebelum akhir diumumkan secara nasional, 25 Mei 2026.
Toni Toharudin mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk segera menyiapkan aspek teknis dan infrastruktur guna menjamin kelancaran asesmen ini. "Kesiapan data murid menjadi kunci utama agar proses pendaftaran dan pelaksanaan dapat berjalan optimal tanpa hambatan berarti," ujarnya.
Hasil TKA ini nantinya dapat digunakan sebagai salah satu dasar seleksi jalur prestasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Toni mengatakan, sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan orang tua diharapkan untuk menciptakan sistem seleksi transparan dan akuntabel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....