Cuaca Ekstrem, KM Sabuk Nusantara 108 Tunda Pelayaran

  • 27 Jan 2026 16:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini berdampak signifikan pada sektor transportasi laut. Akibat gelombang tinggi yang membahayakan, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 108 resmi mengumumkan pembatalan sementara sejumlah jadwal pelayaran.

Dikutip dari akun Instagram resmi @sabuknusantara_108, Senin 26 Januari 2026, keputusan penundaan tersebut diumumkan langsung oleh operasional kapal. Manajemen menekankan, langkah ini diambil menyusul adanya peringatan dini dari pihak berwenang.

Peringatan dini disampaikan mengenai risiko tinggi bagi pelayaran kecil maupun besar di jalur tersebut. Dalam unggahan tersebut menyatakan bahwa Voyage 02.2026 harus ditunda hingga kondisi laut dinyatakan kembali aman untuk dilalui.

Pihak manajemen menegaskan, keselamatan serta keamanan nyawa penumpang jauh lebih berharga dibandingkan mengejar ketepatan waktu jadwal keberangkatan. "Izin menginformasikan sesuai arahan dan himbauan tentang peringatan dini gelombang tinggi, maka KM. Sabuk Nusantara 108 menunda perjalanan sampai cuaca membaik," tulis pengelola akun tersebut.

"Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh calon penumpang untuk memprioritaskan aspek keselamatan di tengah anomali cuaca yang sulit diprediksi." Merespons pengumuman tersebut, para penumpang yang telah berencana melakukan perjalanan.

Penumpang diminta untuk tetap bersabar dan memaklumi kondisi alam yang terjadi. Penundaan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut yang kerap mengintai saat musim angin kencang dan gelombang tinggi.

KM Sabuk Nusantara 108 merupakan urat nadi transportasi, melayani rute strategis mulai dari Kupang, Naikliu, Wini, hingga Mananga. Selain itu, kapal ini juga melayani wilayah Lewoleba, Balauring, Baranusa, Kalabahi, dan Atapupu.

Berdasarkan prediksi BMKG, cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Februari 2026 mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau terus memantau informasi terkini dari kanal resmi sebelum merencanakan perjalanan menggunakan armada tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....