Minat Literasi di Alor Terhambat Akses dan Lingkungan

  • 27 Jan 2026 07:42 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor-Rendahnya literasi di Alor-NTT, akibat keterbatasan akses literasi di pelosok desa dan penanaman minat dalam lingkungan keluarga.

Hal ini disampaikan Bunda Yusfira Abdurahman, S.Pd., C.GMC, saat hadir di Studio Produksi (Sp) Alor, Selasa 27 Januari 2026. 

Aktivis perempuan Alor sekaligus anggota Dream News Alor ini mengatakan, secara usia perkembangan anak di Alor sebenarnya cukup baik. 

Namun belum diimbangi dengan ketersediaan ruang dan komunitas literasi yang merata. Kegiatan literasi sekarang belum menjangkau anak di desa terpencil.

“Beberapa komunitas literasi memang sudah ada, tetapi jangkauannya terbatas. Anak di pelosok belum  diperhatikan, padahal usia dini fase penting  menumbuhkan minat baca dan menulis,” ucapnya.

Solusi konkretnya, keterlibatan pemerintah menyediakan Taman Baca Masyarakat (TBM), di setiap pelosok desa. "Peran lingkungan keluarga juga perlu dalam menanamkan kebiasaan literasi sejak dini," kata dia.

“Jika orang tua terbiasa membaca, berdiskusi, dan mendampingi anak belajar, maka minat literasi anak akan tumbuh secara alami,” ujarnya.

Kolaborasi diharapkan membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Alor. Demi menciptakan generasi yang kritis, kreatif, dan berdaya saing di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....