Deker Penghubung Oetalus Ambruk Warga Berencana Memakai Kayu

  • 26 Jan 2026 19:18 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Curah hujan tinggi yang melanda kabupaten TTU selama sepekan terakhir telah menyebabkan deker penghubung ke dusun 2 di desa Oetalus dan sekolah dasar terputus. Akibatnya membuat anak-anak SD Negeri Tuamolo harus memutar dari desa lain untuk ke sekolah dan bisa saja tidak sekolah. Ini adalah situasi yang sangat sulit dan memerlukan perhatian segera dari Pemda TTU.

Andreas Asuat, warga Desa Oetalus yang diwawancarai awak media pada Senin 26 Januari di lokasi putusnya deker penghubung itu menyampaikan bahwa saat ini anak SD Negeri Tuamolo yang berasal dari RT 01 hingga RT 04 membutuhkan deker penghubung darurat. Sehingga saat banjir anak-anak tersebut tetap sekolah. Kalau tidak mereka terpaksa libur atau harus memutar ikut Desa Oelami yang jauh", ujar Andreas.

"Pembangunan kembali deker tersebut sangat penting untuk memastikan keselamatan dan aksesibilitas anak-anak SD Tuamolo dan masyarakat Oetalus. Pemda TTU harus segera mengambil tindakan untuk membantu desa ini. Karena yang bisa kami lakukan nanti Jumat ini adalah memotong kayu besar untuk melintangkan, lalu memaku papan di atasnya sehingga bisa dilalui kendaraan bermotor maupun anak sekolah", kata Andreas.

Menurut Andreas, deker penghubung itu putus dan ambruk pada Sabtu 24 Januari 2026 malam. Deker tersebut memang sudah termakan usia karena dibangun pada tahun 2014 lalu dan terkikis banjir sehingga ambruk. Panjang deker tersebut diperkirakan 6 hingga 7 meter dengan kedalaman dengan permukaan badan jalan sekira 3 meter.

Dikatakan Andreas bahwa, deker penghubung tersebut tidak hanya akses untuk anak-anak SD Negeri Tuamolo, tetapi untuk masyarakat desa Oetalus keseluruhan yang berkebun di seputaran Km 9 yang searah dengan kantor DPRD TTU.

Sementara Geral, siswa kelas VI SD Negeri Tuamolo saat diwawancarai awak media bersama rekannya menyampaikan bahwa kalau hujan dan banjir maka mereka meliburkan diri, karena tidak ada alternatif lain selain deker itu untuk ke sekolahnya. Kalau tidak ada banjir maka mereka tetap ke sekolah melewati kali kecil di bawah deker tersebut (SK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....