TTU Melirik Geowisata Karena Memiliki Kompleksitas Batuan Mineral

  • 25 Jan 2026 10:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Dosen geologi dari Universitas Nusa Cendana Kupang, menyarankan Pemda Kabupaten TTU untuk mengembangkan geowisata sebagai daya tarik. Geowisata dapat menjadi pilihan yang tepat karena berbicara tentang konservasi, edukasi, dan ekonomi yang berkesinambungan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Herry Zadrak Kota, S.T.,M.T saat peluncuran bukunya berjudul Eksotika Geowisata Sejuta Lopo Timor Tengah Utara, di kantor Bupati pada Jumat 23 Januari 2025.

Menurut Dr. Herry, kalau berbicara mengenai masa depan NTT maka ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni pariwisata dan pertanian-peternakan. Wisata ini bisa mendongkrak semuanya karena ketika banyak orang datang maka sektor pertanian-peternakan harus hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi wisatawan.

Tetapi saat ini hampir seluruh kabupaten/ kota di NTT petaninya masih berkutat pada tataran subsistem atau bekerja untuk konsumsi sendiri karena belum ada pihak yang membutuhkan. Dengan pola ini, maka Manggarai Barat saat ini kebablasan karena mengalami Capital flight yang tinggi karena masyarakatnya (petani-peternak) tidak disiapkan oleh Pemdanya," ujar pengusaha Hotel ini.

"Khusus Kabupaten TTU, harus memiliki objek wisata yang memiliki daya tarik dan Geowisata adalah salah satu yang bisa menjadi penggerak ekonomi daerah ini maupun NTT. Karena memiliki potensi geologi yang sangat baik, dengan kompleksitas batuan yang beragam, seperti batuan Beku, batuan metamorf, batuan sedimen, struktur, dan batuan piroklastik atau hasil letusan gunung berapi. Tetapi Pemda TTU harus menyiapkan masyarakat (petani-peternak) supaya memenuhi kebutuhan wisatawan atau peneliti", ujar peneliti Geologi ini.

Dengan mengembangkan geowisata, Kabupaten TTU dapat menarik para peneliti dunia untuk mendatangi dan melakukan penelitian, sehingga dapat meningkatkan reputasi daerah dan meningkatkan ekonomi lokal bahkan PAD", ucap Dr. Herry.

"Potensi Geowisata TTU itu sangat menarik karena konsepnya mengenai konservasi, edukasi, dan ekonomi. Walaupun begitu ekonomi Geowisata tidak konstruktif dan ini harus menjadi pilihan tepat bagi Pemda TTU", ujar penemu emas Noetoko ini.

Tambah Dr. Herry bahwa tindak lanjut dari peluncuran bukunya, maka Pemda TTU dan Universitas Nusa Cendana Kupang berencana membangun kampus lapangan di TTU untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Karena Undana Kupang berencana membangun program studi geologi. Sehingga kampus lapangan yang hendak dibangun itu harus berada di TTU sebagai pemilik kompleksitas batuan dan mineral. Ini merupakan peluang besar bagi kabupaten TTU supaya menambah PAD", ujar Dr. Herry (SK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....