Menhan RI Kunjungi YonTP 877/Biinmaffo Semangati Prajurit
- 23 Jan 2026 18:52 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Sebagai bagian dari upaya penguatan pembinaan dan kesiapan satuan TNI di wilayah perbatasan, maka Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Teritorial Pembangunan 877/Biinmaffo, Desa Naiola Timur, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU pada Jumat 23 Januari 2025.
Kunker Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI M. Saleh Mustafa, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte, serta rombongan Kemenhan. Kehadiran rombongan Menhan RI disambut oleh Bupati TTU, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prastyo Purwanto, Jajaran Forkopimda Kabupaten TTU serta Danbrigif 21/Komodo.
Sesampainya di markas Yon TP 877/Biinmaffo, Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama rombongan menerima laporan resmi dari Komandan Batalyon Yon TP 877/Biinmaffo, Letkol Inf Sandi Hely Wijaya. Kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan jajar kehormatan dari regu jaga kesatrian serta yel-yel penyemangat dari seluruh prajurit.
Selanjutnya Menhan dan rombongan menerima paparan dari Danyon TP 877/Biinmaffo terkait kondisi satuan, pelaksanaan tugas pokok, pembinaan personel, serta kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Paparan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan pembinaan satuan yang bertugas di wilayah strategis perbatasan negara.
Dalam pengarahan ke seluruh prajurit, Menhan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap semangat juang prajurit, khususnya prajurit muda yang bertugas di wilayah perbatasan. Ia menegaskan bahwa patriotisme tidak cukup diucapkan, tetapi harus tertanam kuat dalam jiwa dan raga, serta diwujudkan melalui kesiapan fisik dan mental.
"Prajurit yang bertugas di garis perbatasan merupakan pengawal kedaulatan negara. Karena itu, pembinaan, kesiapan, dan penempatan prajurit merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia", ujar mantan Paspampres ini.
Lanjut, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bahwa TNI adalah tentara rakyat yang harus selalu berada di tengah-tengah rakyat dan bermanfaat bagi rakyat. Sebab prajurit berasal dari rakyat dan dibiayai oleh rakyat, sehingga harus mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan bangsa. Sebagai prajurit dan tentara pejuang, prajurit TNI dituntut menjunjung tinggi persatuan, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun latar belakang.
"Jadi TNI itu, harus menjaga kehormatan sebagai prajurit. Kesetiaan kepada negara, tugas, atasan, sesama prajurit, dan satuan merupakan nilai utama yang harus dipegang teguh. Kehormatan TNI adalah modal utama dalam menjaga kepercayaan rakyat terhadap institusi pertahanan negara", ujar teman seangkatan Presiden Prabowo Subianto ini
Menhan, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama rombongan menyempatkan waktu meninjau dapur makan prajurit Yon TP 877/Biinmaffo. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesejahteraan prajurit terpenuhi dengan baik. Sebab nutrisi dan gizi yang seimbang adalah faktor penting dalam mendukung kesiapan fisik dan mental prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara (SK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....