WBP Lapas Atambua Panen 250 Kilogram Sawi
- 03 Jan 2026 08:28 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Keberhasilan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali diukir dengan 250 kilogram sayur sawi yang dikumpulkan saat panen, Sabtu (3/1/2026). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pemasyarakatan saat ini telah bertransformasi dari tempat penghukuman menjadi tempat pelatihan yang produktif bagi Warga Binaan.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan warga binaan dengan tekun mengikuti proses pembinaan. “Empat orang warga binaan ulet dan tekun membudidayakan sayur sawi yang dikembangkan kurang lebih selama satu bulan. Dalam proses tersebut tentunya banyak tantangan yang dihadapi salah satunya yakni kondisi cuaca yang panas dan air yang kurang namun dengan sistem drainase yang baik tantangan itu dapat dilalui. Kami selalu memberikan mereka semangat bahwa mengelola tanaman membutuhkan ketelatenan dan kesabaran,” kata Andra.
Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan menyebut panen tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong Lapas agar tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga pusat pelatihan dan pembinaan yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan dampak positif, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat sekitar.
“Hasil panen tersebut akan dijual ke pasar lokal dan masyarakat sekitar sebagai bukti bahwa di balik tembok Lapas, ada proses pembinaan, pemberdayaan, dan harapan yang terus tumbuh. Ini adalah bukti nyata bahwa Lapas bisa menjadi tempat produktif dan bermanfaat,” ujar Kalapas.
Salah seorang warga binaan, Matias, mengaku sangat bersyukur atas program ini. "Proses budidaya sayur sawi embutuhkan ketelatenan dan kesabarann ini mengajarkan kami lebih disiplin dan menghargai proses. Di sini saya belajar bahwa tanah bisa memberi kehidupan jika kita mau mengusahakannya. Panen ini membuat saya merasa berguna lagi," ucap Matias.
Keberhasilan panen 250 kg sawi ini menjadi pemacu semangat bagi Lapas Atambua untuk terus mengembangkan jenis komoditas lain. Kedepannya, pihak Lapas berencana mengembangkan budidaya cabai, tomat, dan sayuran hidroponik untuk memaksimalkan lahan yang ada.
Melalui keberhasilan ini, Lapas Atambua berharap masyarakat dapat mengubah mindset negatif terhadap warga binaan namun dapat melihat warga binaan sebagai individu yang sedang berproses menjadi pribadi baru yang siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keahlian yang mumpuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....