Murah, Pedagang Malaka Ambil Stok Telur di Atambua
- 16 Des 2025 12:43 WIB
- Atambua
KBRN, Malaka: Harga telur ayam di sejumlah toko grosir Kota Betun, Kabupaten Malaka, saat ini mencapai Rp62.000 per rak. Sementara, untuk pembelian dalam jumlah besar, harga berada di kisaran Rp360.000 hingga Rp375.000, per satu ikat dengan jumlah enam rak. Berbeda jika dibandingkan dengan harga telur dari sejumlah toko di kota Atambua, Kabupaten Belu yang masih dapat diperoleh dengan harga Rp330.000,-Rp350.000.
Perbedaan harga tersebut membuat sejumlah pedagang eceran di Kabupaten Malaka memilih mengambil stok telur dalam jumlah besar dari Kota Atambua, Kabupaten Belu.
kepada RRI, salah-satu pedagang telur, Toni Mau, mengatakan harga telur di Atambua lebih murah hingga Rp25.000 per ikat, dinilai lebih menguntungkan saat distok dalam jumlah banyak.
Ia menjelaskan untuk harga per ikat telur di Atambua bisa dijangkau Rp350.000. Ini sangat menguntungkan karena bisa dijual kembali dengan harga Rp65.000 hingga Rp70.000 per rak.
"Untuk harga per ikat telur di Atambua bisa dijangkau dengan harga 350 ribu rupiah dan akan sangat menguntungkan jika dijual kembali dalam jumlah 65-70 ribu rupiah per satu Raknya," kata Toni Mau diwawancarai RRI, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, di Kota Betun, biasanya hanya mengambil stok dalam jumlah kecil hanya dua ikat. Sebaliknya, di Atambua pedagang bisa membeli hingga 8–9 ikat sekali belanja karena selisih harga yang cukup signifikan. Saat ini, harga telur di tingkat pengecer di Malaka berada pada kisaran Rp66.000 hingga Rp70.000 per rak, seiring meningkatnya permintaan menjelang perayaan Natal.
Sementara itu, pedagang eceran lainnya, Firman Bagus, mengaku hanya menyetok maksimal dua ikat telur dari beberapa toko grosir di sekitar Betun. Telur tersebut kemudian dijual kembali dengan harga Rp66.000 per rak.
"Untuk harga sekarang masih 66 ribu rupiah per Rak. Kalau untuk stok di toko-toko itu masih ada jadi belum terlalu susah di dapat. Untuk harga belum naik. Ya kita harap semoga harga tidak terus naik supaya omset tetap ada," ujar Bagus.
Di sisi lain, ketersediaan telur di toko-toko besar seperti Toko Bejulai masih terpantau aman. Ramli, pemilik Toko Bejulai, mengatakan permintaan telur saat ini meningkat hingga dua kali lipat menjelang Nataru. Jika di hari biasa stok tersedia dalam jumlah 300-400 ikat, kini naik menjadi 500 hingga 600 ikat, terjual habis dalam satu Minggu.
Untuk menjaga stok, telur biasa dipasok dua kali setiap Minggu meski distribusi terhambat pasokan yg terlambat. Namun memastikan aman hingga awal Januari 2026 mendatang karena sudah mengantisipasi lonjakan yang terjadi.
"Untuk stok sekarang aman. Antisipasi lonjakan permintaan setiap tahun kita sudah biasa alami jadi sudah tahu bagaimana antisipasinya," kata Ramli.
Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok guna memastikan harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....