Merawat Toleransi Di NTT

  • 09 Okt 2025 06:23 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua:Masyarakat Provinsi NTT, dikenal sangat beragam dengan berbagai latar belakang etnis, suku, agama, bahasa, budaya dan adat-istiadat. Namun dalam kehidupan sosial toleransi antar umat beragama di bumi Flobamora dikenal sangat rukun dan damai.

Hal disampaikan Haji Maskur Kadir,S.Ag penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Kemenag Belu saat diwawancarai rri.co.id, Sabtu (11/10/2025). Kehidupan antar umat beragama yang kondusif menjadi modal besar untuk membangun Tanah Flobamora yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

"Kehidupan masyarakat di NTT sangat toleran dan hidup berdampingan dengan siapapun. Ini tidak lain karena semua warga sangat menghargai arti kehidupan bertoleransi kehidupan," katanya.

Maskur menegaskan Toleransi kerukunan antar umat beragama di Tanah Flobamora menjadi nilai penting. Karena saling menghormati agama yang dianut setiap masyarakat dengan mengembangkan konsep dasar rasa persaudaraan.

Dari ajaran toleransi beragama,kata Maskur, kesadaran seseorang warga untuk menghargai, menghormati, membiarkan dan membolehkan pendirian, pandangan, keyakinan, kepercayaan.

Bahkan, nilai toleransi beragama akan memberikan ruang bagi pelaksanaan kebiasaan, perilaku dan praktik keagamaan orang lain yang berbeda kepercayaan.

"Toleransi beragama adalah untuk menghormati dan berlapang dada terhadap pemeluk agama lain dengan tidak mencampuri urusan masing-masing," ujarnya.

Sedangkan tipe toleransi umat beragama, menurut dia, di antaranya toleransi beragama pasif yakni sikap menerima perbedaan sebagai sesuatu yang bersifat faktual.

Ia mengatakan masyarakat yang berada di wilayah berbasis kepulauan ini,masih menjalankan nilai-nilai toleransi seperti tradisi budaya serta budaya bergotong-royong dengan melakukan upaya-upaya di berbagai sektor kehidupan pembangunan untuk saling membantu satu dengan lainnya.

"Gotong royong dengan saling membantu kebaikan sebagai implementasi dari nilai-nilai Pancasila dan pengamalan ajaran toleransi kehidupan antar umat beragama," ucap Maskur. Sebagai contoh, ketika melaksanakan hari besar keagamaan dalam kepanitiaan tertentu melibatkan semua komponen warga berbagai lintas agama.

"Kebersamaan dalam menjaga toleransi hubungan antar umat beragama dengan baik maka sangat mendukung kelancaran pembangunan yang dilakukan pemerintah," katanya lagi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....