Waspada Investasi dan Arisan Bodong, Persit Dapat Penyuluhan Hukum
- 14 Mar 2025 20:51 WIB
- Atambua
KBRN,Atambua : Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVI kodim 1605 Belu, Ny. Mely Andi Yunus, mengikuti Vicon Penyuluhan Hukum bersama anggota Persit Kodim 1605/Belu, Jumat (14/03/2025). kegiatan Vicon penyuluhan hukum yang di selenggarakan merupakan kordinasi Persit kartika candra Kirana dengan Cabang REM 161 PD IX/Udayana.
Khusus di kabupaten Belu dilaksanakan di Aula Makodim 1605/Belu, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, NTT.
Penyuluhan hukum ini bertema "Penawaran Investasi Bisnis maupun Arisan yang Menjanjikan Keuntungan Besar". Tema ini diangkat karena masih maraknya pelanggaran hukum terkait investasi bodong yang melibatkan oknum anggota TNI, PNS, maupun keluarganya.
Menurut Ny. Mely Andi Yunus, penyuluhan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran hukum anggota Persit. "Masih ada beberapa kasus pelanggaran hukum yang mengindikasikan kurangnya rasa syukur dan ketidakmampuan mengendalikan diri dalam menghadapi permasalahan hidup," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap anggota Persit harus bisa menjaga diri agar tidak terjerumus dalam kegiatan ilegal. "Hendaknya kita berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara serta menghindari pelanggaran hukum yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan satuan," imbuhnya.
Dalam penyuluhan ini, Ny. Mely Andi Yunus juga menekankan pentingnya bijak dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan agar anggota Persit tidak menyebarkan informasi hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.
Selain itu, para istri prajurit juga diingatkan untuk mendukung tugas suami dan membina keluarga dengan baik. Mereka diminta untuk menjauhi narkoba serta tidak mudah tergiur dengan arisan maupun investasi online yang menawarkan keuntungan besar.
Dengan adanya penyuluhan hukum ini, diharapkan anggota Persit lebih paham mengenai bahaya investasi bodong dan arisan ilegal. "Semoga kita semua semakin bijak dalam mengambil keputusan finansial serta selalu taat pada hukum yang berlaku," tutup Ny. Mely Andi Yunus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....