Tradisi 'Banyu Pinaruh' untuk Menjaga Kesucian Diri

  • 09 Feb 2025 10:14 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Banyu Pinaruh adalah tradisi Hindu yang dilakukan sehari setelah Hari Saraswati sebagai bentuk penyucian diri. Sebagai simbol pembersihan dari hal negatif, baik secara fisik maupun spiritual.

Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia NTT (PD KMHDI NTT), I Putu Eka Saputra, memberikan penjelasan. Bahwa tradisi ini memiliki makna yang lebih dari sekadar ritual.

"Banyu Pinaruh mengajarkan kita untuk menjaga kesucian, bukan hanya dalam tubuh, tetapi juga dalam pikiran dan perbuatan," ujarnya kepada RRI, Minggu (9/2/2025).

Di NTT, Banyu Pinaruh tetap dijalankan, meskipun cara pelaksanaannya bisa berbeda dari di Bali. Namun esensi penyucian diri tetap bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Eka berharap generasi muda tidak hanya menjalankan Banyu Pinaruh sebagai tradisi. Tetapi juga menjadikannya pedoman hidup dalam menjaga kesucian hati dan perilaku.

"Kesucian bukan hanya tentang air, tetapi juga tentang bagaimana kita berpikir, berbicara, dan bertindak setiap hari," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....