Tantangan Pelajar Dalam Menerapkan Pancasila di Era Digital

  • 01 Okt 2024 09:40 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua : Pancasila dasar negara yang digunakan sebagai pedoman hidup Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang dipahami sebagai lima sila. Hal ini disampaikan kepala sekolah SMAN 2 Tasifeto Barat kabupaten Belu, Vincentius Fernandez, S.Pd kepada rri.co.id, Selasa (1/10/2024).

Dalam proses penerapan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, memang adakalanya menemui tantangan namun itulah keberagaman. “Nah tiap silanya itu memiliki nilai dasar dan maknanya masing-masing, dan itu sesuai dengan ragamnya aspek kehidupan bangsa ini,” ujar Vincetius Fernandes.

Ditanya lebih lanjut tentang bentuk tantangan, terutama bagi para pelajar dalam era digital. Vincentius memaparkan beberapa poin diantaranya :

1. Pengaruh Informasi Negatif: Akses yang mudah terhadap informasi dapat menyebabkan pelajar terpapar pada konten yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti intoleransi atau kebencian.

2.Keterampilan Kritikal: Pelajar perlu memiliki kemampuan kritis dalam memilah informasi. Tidak semua yang beredar di internet benar atau bermanfaat.

3.Etika Digital: Penerapan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan dan kemanusiaan harus diimbangi dengan perilaku etis di dunia maya, seperti menghormati pendapat orang lain dan tidak menyebarkan hoaks.

4.Kesadaran Sosial: Dalam interaksi digital, penting untuk memahami dan menghargai keberagaman. Pelajar harus mampu mengekspresikan solidaritas dan toleransi di media sosial.

5.Inovasi Kreatif: Pelajar dapat menggunakan teknologi untuk mempromosikan nilai-nilai Pancasila, seperti melalui konten edukatif, kampanye positif, dan gerakan sosial online.

6.Pendidikan dan Pembinaan: Diperlukan pendidikan yang menekankan pentingnya Pancasila dalam konteks digital, termasuk pelatihan tentang literasi digital.

“Menghadapi tantangan ini, pelajar diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan bijak dan produktif di dunia digital perlu literasi digital tentang etika digital dan keamanan online,” kata Vincentius.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....