Ketua MUI Belu, Ramadan di Perbatasan, Harmoni Iman dan Toleransi di Ujung Negeri
- 21 Mar 2026 16:54 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Merayakan Ramadan di perbatasan RI-RDTL, Ketua Majelis Ulama Kabupaten Belu Haji Abdullah Belajam mengajak semuanya untuk mengamalkan nilai-nilai Ramadan dan harmoni iman dan toleransi di ujung negeri.
Selain itu selaku Abdullah Belajam mengapresiasi toleransi di wilayah perbatasan kabupaten Belu dimana umat non muslim yang turut berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Melalui semua proses akan yang ada semakin meningkatkan toleransi beragama dan ukhuwa bagi umat muslim sendiri.
Abah Belajam mengatakan, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, nilai-nilai yang telah dilalui tidak dibiarkan semangat Ramadan berakhir seiring datangnya Idul fitri dengan terus meningkatkan iman, memperbanyak amal saleh dan terus memperkuat hubungan dengan Allah SWT yang terus diimplementasikan.
Ia menekankan nilai-nilai disiplin, kejujuran dan kepedulian yang telah dilatih selama Ramadan harus terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita semua telah melewati 30 hari berpuasa menahan hawa nafsu, yang haram tidak dilakukan, sehingga semua yang telah dilalui dapat diimplementasi dalam kehidupan sehari-hari,” ucap abah Abdullah Belajam usai salat IED di Pelataran Mall Pelayanan Publik Atambua pada Sabtu 21 Maret 2026.
Selain itu selaku Abdullah Belajam mengapresiasi toleransi di wilayah perbatasan kabupaten Belu dimana umat non muslim yang turut berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Melalui semua proses akan yang ada semakin meningkatkan toleransi beragama dan ukhuwa bagi umat muslim sendiri.
“Ini merupakan bentuk toleransi nyata di Belu, salah satunya dari keterlibatan sekolah tinggi ilmu keuskupan kefamenanu yang mengirimkan 40 orang untuk turut hadir ikut membantu dan mengamankan aktivitas kegiatan hingga salat IED, maupun seluruh saudara-saudari umat non muslim yang telah terlibat dan berperan aktif selama Ramadan hingga Lebaran,” ucap Abah Belajam.
Menurutnya kehadiran semua menunjukkan tolak ukur bahwa belu erat dengan toleransi dan keberagaman yang ada tidak membuat semua berbeda namun menjadi satu dalam bingkai persaudaraan dalam balutan toleransi dari ujung negeri. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....