Refleksi Akhir Ramadan: Menjemput Takwa sebelum Perpisahan

  • 20 Mar 2026 16:41 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan yang selalu dinanti umat Islam. Namun, muncul sebuah pertanyaan besar mengenai kesiapan diri kita untuk berpisah dengannya.

Penyuluh Agama Kemenag TTU, Nurinayah, menyampaikan tausiah singkat melalui siaran Ramadhan RRI pada Jumat, 20 Maret 2026. Beliau mengajak seluruh pendengar untuk merenungi makna bulan suci yang akan segera berakhir.

Menurut Nurinayah, tujuan utama ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT. Umat perlu mengevaluasi apakah ibadah tahun ini telah membawa perubahan perilaku yang nyata.

Penyuluh Agama Kemenag TTU, Nurinayah. (Foto: Dok. Nurinayah

Nurinayah mengutip hadis Rasulullah tentang kerugian orang yang tidak mendapat ampunan. "Sangat malang bagi mereka yang melewati Ramadan tanpa menghapus dosa-dosa masa lalu," ujarnya.

ia mengajak kita merenungi bahwa kematian adalah kepastian dan banyak kerabat kita telah mendahului menghadap Sang Khalik. Mereka yang telah tiada tidak lagi memiliki kesempatan untuk beribadah di bulan suci.

Beruntunglah kita yang masih diberi umur panjang untuk memaksimalkan sisa hari di Ramadan. "Gunakanlah waktu yang ada untuk memperbanyak istighfar, sedekah, serta membaca kitab suci Al-Quran," katanya.

Keberhasilan ibadah Ramadan terlihat dari konsistensi amal baik setelah bulan ini berakhir nanti. Jika perilaku tetap terjaga, itu pertanda puasa kita mendidik jiwa dengan sangat baik.

"Mari manfaatkan sisa waktu dengan berdoa agar segala amal ibadah kita diterima Allah," kata Nur Inayah di akhir tausiah. "Semoga kita semua dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan pada tahun-tahun yang akan datang."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....