Ramadan Menjadi Motor Penggerak Konsumsi Masyarakat dan Pertumbuhan UMKM

  • 15 Mar 2026 12:42 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Momentum Ramadan hingga Idul Fitri menjadi periode penting bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pada masa ini, konsumsi masyarakat meningkat signifikan sehingga memberikan dampak langsung terhadap kenaikan omzet pelaku usaha.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, menjelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum ekonomi musiman yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat. Perubahan pola konsumsi selama bulan suci membuat permintaan terhadap berbagai produk meningkat.

Menurutnya, dari perspektif makroekonomi, peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan terlihat dari kenaikan konsumsi rumah tangga. Data menunjukkan konsumsi rumah tangga di Indonesia meningkat signifikan selama Ramadan 2021 hingga 2023.

Pada 2021 misalnya, konsumsi rumah tangga mencapai puncak pertumbuhan sebesar 5,93 persen pada kuartal kedua. Kondisi ini dipicu meningkatnya belanja masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri.

“Periode Ramadan menciptakan lonjakan permintaan pasar yang memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi banyak pelaku UMKM,” ujar Tiar N. Karbala, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital berdasarkan rilis yang diterima RRI.CO.Id. Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa struktur konsumsi selama Ramadan memiliki karakteristik ekspansif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Analisis Kementerian Keuangan menunjukkan efek pengganda konsumsi selama Ramadan mencapai 1,6 hingga 1,8.

Artinya, setiap kenaikan Rp1 triliun dalam konsumsi masyarakat selama Ramadan berpotensi menghasilkan pertumbuhan output ekonomi hingga Rp1,6–1,8 triliun. Nilai ini lebih tinggi dibanding periode normal yang berkisar 1,3 hingga 1,5.

Selain peningkatan konsumsi, transformasi digital juga menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan omzet UMKM. Data perusahaan e-commerce Sirclo pada 2024 menunjukkan transaksi belanja online selama Ramadan meningkat hingga 76,5 persen.

“Peningkatan transaksi digital menunjukkan bahwa teknologi dan platform digital memberi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar,” jelas Tiar N. Karbala.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 63 hingga 70 persen pelaku UMKM mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan dibandingkan periode normal. Dalam beberapa kasus, omzet harian usaha kuliner dapat meningkat dari sekitar Rp300 ribu menjadi Rp700 ribu per hari.

Meski demikian, Tiar mengingatkan bahwa pelaku UMKM tetap menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan modal kerja dan kenaikan harga bahan baku. Persaingan usaha juga semakin ketat karena banyak pelaku usaha baru yang memanfaatkan momentum Ramadan.

Ia menilai penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi, inovasi produk, akses pembiayaan, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi langkah penting. Upaya tersebut dinilai dapat memaksimalkan manfaat ekonomi dari momentum Ramadan dan Idul Fitri bagi masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....