Tidur saat Puasa, Ibadah atau Alasan?
- 27 Feb 2026 19:57 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Bulan Ramadhan sering identik dengan perubahan pola aktivitas. Tidak sedikit yang memanfaatkan waktu siang hari untuk beristirahat lebih lama dengan alasan “tidurnya orang puasa adalah ibadah”.
Melansir unggahan reels akun Instagram Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) @kemenag_ri, pemahaman tersebut perlu disikapi dengan tepat agar tidak menimbulkan salah kaprah. Fenomena ini dijuluki “Mager Syariah”, istilah bercanda bagi yang mengaku menambang pahala, tetapi lebih banyak menghabiskan waktu bermalas-malasan.
Kemenag menjelaskan, tidur orang yang berpuasa memang bisa bernilai ibadah, namun tidak berarti puasa dijadikan alasan menurunkan produktivitas. Ramadhan sebaiknya menjadi momentum untuk tetap aktif, bekerja, dan melayani masyarakat.
Memberikan pelayanan yang tulus dan menghadirkan kerja nyata selama Ramadhan memiliki nilai pahala yang besar. Puasa bukan alasan untuk “turun mesin”, melainkan kesempatan untuk tetap produktif dan memberi manfaat bagi sesama.
Puasa juga menjadi waktu untuk melatih disiplin, tanggung jawab, dan semangat berbagi. Ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi nyata sesuai ajaran Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....