Pedagang Takjil di Atambua Mulai Ramai, Berkah Ramadan Dirasakan Semua Kalangan
- 22 Feb 2026 18:17 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Memasuki bulan Ramadan, para pedagang takjil di Atambua, Kabupaten Belu, mulai ramai berjualan di sejumlah titik strategis kota. Beberapa lokasi yang menjadi pusat aktivitas pedagang antara lain di emperan toko Jalan I.J Kasimo Pasar Baru serta di Jalan Soekarno, tepatnya di depan Masjid Al-Mujahidin Atambua.
Beragam menu berbuka puasa dijajakan dengan harga terjangkau dan menjadi incaran pembeli. Menariknya, pembeli takjil tidak hanya berasal dari umat Muslim, tetapi juga masyarakat non-Muslim yang turut berburu hidangan berbuka. Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang setiap bulan Ramadan.
Diwawancarai RRI Minggu 22 Februari 2026, salah seorang pedagang takjil, Umi Bellajam, mengaku merasa senang dapat berbagi berkah melalui usahanya. Ia mengatakan, setiap tahun pembeli takjil justru didominasi oleh masyarakat non-Muslim.
“Saya merasa bersyukur bisa berjualan di bulan Ramadan. Banyak pembeli dari kalangan non-Muslim yang datang membeli takjil. Selain mendapatkan rezeki, saya juga merasa mendapat pahala karena bisa berbagi,” ujarnya.

Umi menjelaskan, menu takjil yang dijualnya cukup beragam, mulai dari aneka kue tradisional, es buah, bubur kacang hijau, bubur sumsum, puding, hingga salad buah. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi. Ia mulai berjualan sejak siang hari, sehingga sebagian dagangannya sudah terjual bahkan sebelum waktu berbuka tiba.
Sementara itu, pedagang lainnya, Ibu Fitri, mengaku telah tiga tahun terakhir berjualan takjil saat Ramadan. Ia menyebut keuntungan yang diperoleh setiap tahun bervariasi, namun jumlah pembeli terus mengalami peningkatan.
“Banyak pembeli yang mencari es buah dan kolak. Setiap tahun pembeli semakin bertambah,” katanya.
Meski harga bahan pokok di pasar mengalami kenaikan, Ibu Fitri memilih untuk tidak menaikkan harga jual takjilnya. Ia tetap mempertahankan harga seperti tahun sebelumnya demi menjaga daya beli masyarakat.

Ibu Fitri juga merasa bersyukur masih dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan tahun ini dan bisa kembali berbagi berkah melalui usaha takjilnya.
Berdasarkan pantauan RRI, para pedagang menjual menu takjil yang beragam dengan kisaran harga yang relatif sama. Tidak terlihat adanya perbedaan harga yang mencolok di antara pedagang, sehingga pembeli memiliki banyak pilihan dengan harga yang tetap terjangkau.
Ramainya aktivitas jual beli takjil ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mempererat kebersamaan antar warga di Atambua, menjadikan Ramadan sebagai momentum berbagi dan memperkuat toleransi di tengah masyarakat Kabupaten Belu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....