Ragam Tradisi Ramadhan Umat Islam di Belu
- 22 Feb 2026 09:40 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Umat Islam di wilayah kabupaten Belu provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki beragam tradisi Ramadhan. Ragam tradisi tersebut di lakukan tiga hari sebelum memasuki bulan Ramadhan, saat Ramadhan dan tiga hari jelang lebaran.
Hal ini diungkapkan Penyuluh Agama Islam Kemenag. Kabupaten Belu, Ahmad Majdi, S.Sos dialog live studio pro 1 Rri Atambua dalam program Kisah Unik Ramadhan (KURMA) Sabtu, (21/2/2026).
Tradisi-tradisi tersebut diantaranya, tradisi Megangan, Antar-anter, dan tradisi lebaran. Megangan adalah tradisi dimana setiap suku yang ada di Belu, baik dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah maupun Jawa Barat yang tergabung dalam komunitas masing-masing melaksanakan doa bersama.

“Dan ini biasanya dilaksanakan bergilir, misalnya hari ini, besok, dan lusa pokoknya sebelum Ramadhan,”
Sementara Tradisi Antara-antar adalah tradisi yang dilaksanakan pada saat bulan puasa Ramadhan. Pada tradisi ini, yang statusnya lebih tua akan mengantarkan makanan untuk berbuka puasa kepada yang berstatus keponakan atau anak.
“Alhamdulillah, sudah tiga hari puasa ini keluarga saya tidak masak di rumah karena menerima antar-antar dari bibi dan paman saya.
Diungkapkan Ahmad Majdi, dirinya yang berstatus lebih muda akan menjalankan perannya pada saat tradisi lebaran. Dimana tiga hari sebelumnya akan mengantarkan bahan makanan kepada yang status lebih tua yang menjadi tempat berkumpul atau silaturahmi makan bersama rayakan lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....