Imigrasi Kawal Turnamen Falentino CUP III
- 16 Jun 2025 11:45 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Turnamen Sepak Bola Falentino Cup III yang digelar di Kecamatan Humusu Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), berlangsung aman dan tertib berkat kerja sama solid antara petugas Imigrasi Indonesia yang bertugas di PLBN Wini dan petugas Imigrasi Timor Leste.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Putu Agus Eka Putra, mengapresiasi kerja sama lintas batas yang dinilai berkontribusi besar terhadap kelancaran kegiatan.
"Kami sangat menghargai koordinasi yang erat, khususnya dalam memfasilitasi dokumen perjalanan bagi atlet yang tidak memiliki paspor. Ini adalah bentuk nyata diplomasi perbatasan yang tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga mendukung semangat olahraga dan hubungan baik antarwarga di kawasan perbatasan,” ujar Putu Agus.
Selamat kegiatan yang berlangsung pada 14-15 Juni 2025, petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan ketat terhadap para pelintas dari Timor Leste, khususnya atlet dan ofisial yang mengikuti pertandingan. Hasilnya seluruh proses berjalan lancar tanpa menghambat semangat sportivitas dan kebersamaan masyarakat perbatasan.
Tercatat dua ofisial dari Tim Enclave asal Oecusse melintas ke wilayah Indonesia menggunakan paspor resmi untuk menghadiri pembukaan turnamen. Selain itu, pada 15 Juli 2025, satu tim sepak bola asal Timor Leste bernama FC Irmao Timor yang berjumlah 23 orang juga berhasil melintas dengan menggunakan Letter Single Travel Document, yaitu dokumen perjalanan yang dikeluarkan bagi mereka yang belum memiliki paspor Timor Leste.
Kepala Kantor Wilayan Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, menjelaskan bahwa penggunaan dokumen tersebut sah secara hukum dalam kondisi tertentu. "Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Imigrasi Indonesia dalam pelaksanaan fasilitator pembangunan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah perbatasan dan sinergitas dengan pemerintah daerah,” ujar Arvin.
Ia menambahkan, mengingat turnamen ini agenda tahunan yang berdampak sosial. Maka di harapkan ke depan seluruh pelaksanaan diharapkan dapat lebih mengacu kepada pada ketentuan perundang-undangan, guna menjaga batas negara dan kedaulatan kedua negara secara optimal.
Sementara itu, Pelaksana Tugas, Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yasman, menegaskan lentingnya pendekatan humanis dalam pengawasan keimigrasian. “Kolaborasi ini merupakan praktik baik dalam pengelolaan mobilitas lintas negara. Ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya tentang pembatasan, tetapi juga tentang memberikan ruang yang aman dan legal bagi interaksi sosial-budaya yang positif. Hal ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari diplomasi dan layanan yang berpihak pada kemanusiaan,” ujar Yuldi.
Keberhasilan pengawasan pada kegiatan ini, mempertegas peran Imigrasi Indonesia sebagai garda penjaga kedaulatan sekaligus jembatan penghubung antar bangsa dalam konteks sosial dan kemanusiaan. Sinergi yang terbentuk diharapkan menjadi model kolaborasi perbatasan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika masyarakat di wilayah tapal batas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....