Tokoh Gereja Malaka Ajak Jaga Damai Natal
- 19 Des 2025 15:42 WIB
- Atambua
KBRN, Malaka: Memasuki perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pendeta Yusuf Bureni, Ketua Majelis Klasis Malaka, dan Pater Deken Malaka, Hironimus Moen Saku, SVD, mengajak seluruh umat beriman dan masyarakat Kabupaten Malaka menyambut perayaan Natal dengan memperkuat iman, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana aman, damai dan kondusif.
Dalam pesan Natal, Pendeta Yusuf Bureni, Ketua Majelis Klasis Malaka, menyampaikan salam, doa, dan hormat serta harapan untuk seluruh umat beriman dan warga masyarakat di Malaka, agar perayaan Natal ini dijalani dengan makna iman, dan terus membangun persekutuan, meningkatkan iman, serta tetap menjaga situasi aman, damai dan kondusif. Sebagimana pesan natal itu sendiri membawa damai untuk seluruh umat dan masyarakat.
Ia mengajak umat untuk mendukung pemerintah mendukung TNI/Polri dan semua pihak yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas keamanan agar damai sejahtera terus terpelihara dalam hidup hari lepas hari, secara pribadi, keluarga dan di lingkungan sekitar.
Selain itu, umat juga diimbau menghindari hal-hal yang dapat memecah belah kebersamaan dan persekutuan serta tetap menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat sesuai ajaran Yesus Kristus.
"Makna Natal adalah hidup dalam kasih, untuk tetap menjadi teladan dan bersaksi dalam dunia untuk memuliakan Tuhan. Itulah makna Natal, yang kita jalani dan lalui sebagai orang beriman melalui sikap dan perbuatan kita," ujar Yusuf. Jumat (19/12/2025).
Pendeta Yusuf Bureni juga menyampaikan semangat dan doa untuk semua pihak, semua keluarga besar, semua yang terlibat dalam pelayanan masyarakat, warga gereja dan umat GMIT bahkan semua pihak untuk merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru dengan sukacita dan Damai sejahtera. "Tuhan memberkati kita semua. Shalom," ucap Yusuf.
Senada dengan itu, Pater Deken Malaka, Hironimus Moen Saku, SVD, juga mengimbau umat Katolik di Malaka untuk menjaga iman dan kedamaian diri, keluarga, serta lingkungan dalam menyongsong kelahiran Yesus Kristus.
“Sebagai umat beriman yang menyambut kelahiran Juru Selamat, setiap keluarga harus menciptakan suasana damai dalam diri masing-masing,” ujar Pater Deken saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menegaskan bahwa kedamaian harus dimulai dari diri sendiri, kemudian diwujudkan dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Pater Deken juga mengingatkan umat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketenangan, seperti karaoke hingga larut malam, penggunaan knalpot racing, menyalakan petasan di tengah malam, serta mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Menurutnya, setiap orang memiliki kesibukan dan tanggung jawab masing-masing, sehingga sikap saling menghormati dan menjaga ketenangan bersama sangat penting, khususnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru. (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....