Budaya Patriarki Dinilai Jadi Penyebab Diskriminasi Perempuan di Tempat Kerja

  • 29 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Atambua

RRI. CO. ID, Atambua - Budaya patriarki masih menjadi penyebab utama diskriminasi terhadap perempuan di lingkungan kerja. Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Peduli Perempuan dan Anak (FPPA) Kabupaten Belu, Suster Sisilia SSpS, dalam wawancara di RRI beberapa waktu lalu.

"Pertama itu budaya patriarki yang sudah mendarah daging dalam diri setiap manusia," tuturnya. Menurutnya, pola pikir tersebut telah berlangsung lama sehingga membutuhkan proses perubahan yang berkelanjutan.

Ia mengatakan perubahan harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga dunia kerja. FPPA Belu terus mengampanyekan pendekatan Gender Transformative Approach (GTA) untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kesetaraan gender.

"Mindset harus berubah dan itu harus mulai dari dalam keluarga, di tempat kerja, dan pada jabatan publik," katanya. Pendekatan tersebut juga melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

Selain mengubah pola pikir, FPPA Belu juga menyoroti pentingnya menghapus hambatan struktural yang merugikan perempuan. Menurutnya, kesetaraan gender bukan berarti menyamakan kodrat biologis, melainkan menciptakan keadilan berdasarkan kebutuhan dan pengalaman.

"Gender equality harus diperjuangkan dalam berbagai ranah publik," ujar Suster Sisilia. Ia mengingatkan bahwa kesetaraan gender juga menjadi salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs)," ucapnya.

FPPA Belu menegaskan komitmennya untuk mendampingi perempuan yang mengalami diskriminasi di lingkungan kerja. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam memperoleh hak yang setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....