GAMKI Alor Perkuat Kolaborasi Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

  • 29 Jul 2026 12:26 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Alor masih menjadi perhatian serius berbagai pihak hingga sekarang. Tren kasus yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir mendorong organisasi masyarakat meningkatkan upaya pencegahan dan pendampingan korban.

Ketua GAMKI Alor, Demas Mautuka, kepada RRI Atambua, Senin, 27 Juli 2026 mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sering terjadi di daerahnya. Berbagai bentuk kekerasan seksual bahkan melibatkan pelaku yang memiliki hubungan keluarga dengan korban.

"Dalam sepuluh tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Alor masih sangat tinggi," ujarnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, GAMKI Alor bersama sejumlah mitra membentuk LSM Suara Perempuan Alor pada periode 2022-2023. Organisasi tersebut lahir sebagai respons terhadap berbagai kasus kekerasan yang membutuhkan penanganan dan pendampingan berkelanjutan.

Pembentukan lembaga itu melibatkan kerja sama dengan LSM CD Bethesda serta Fakultas Hukum Universitas Tribuana Kalabahi. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat edukasi masyarakat serta pendampingan hukum dan psikologis bagi korban.

Sejak berdiri, Suara Perempuan Alor terus melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan melalui berbagai kegiatan masyarakat. Program edukasi dilaksanakan di gereja, sekolah, komunitas pemuda, serta kelompok mahasiswa di Kabupaten Alor.

"Kami terus memperkuat kapasitas Suara Perempuan Alor dan bersinergi melakukan edukasi pencegahan kekerasan," katanya.

Selain edukasi, GAMKI Alor juga mendorong penguatan layanan pengaduan dan pendampingan korban di masyarakat. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan keberanian korban melapor serta mempercepat penanganan berbagai kasus kekerasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....