Indonesia Dinilai Tahan Hadapi Guncangan Energi Global

  • 19 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Guncangan minyak dan gas global akibat konflik di Timur Tengah mendorong banyak negara mengevaluasi ketahanan energi nasional. Dalam kondisi tersebut, Indonesia dinilai memiliki bantalan energi yang relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lain.

Konflik di kawasan Timur Tengah sempat menyebabkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi dunia. Meski jalur tersebut kembali dibuka pada Jumat malam, 17 April 2026, risiko gangguan pasokan masih menjadi perhatian global.

Dalam laporan J.P. Morgan berjudul Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026, terdapat pemetaan terhadap 52 negara. Negara-negara tersebut merupakan konsumen energi terbesar di dunia, mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi global.

Dalam kajian tersebut, Indonesia menempati posisi kedua dalam faktor perlindungan energi. Posisi ini hanya berada di bawah Afrika Selatan yang dinilai memiliki tingkat perlindungan tertinggi.

Kekuatan Indonesia didukung oleh produksi batu bara domestik yang besar. Negara dengan pasokan energi internal dinilai lebih tahan terhadap lonjakan harga minyak dan gas dunia.

Selain itu, Indonesia juga tercatat sebagai salah satu produsen gas alam penting di kawasan Asia Tenggara. Produksi gas nasional menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia pada tahun 2024.

Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga mendorong pemanfaatan energi domestik secara optimal. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dari luar negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....