BGN Akan Operasikan 49 SPPG di BELU

  • 24 Jan 2026 18:05 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua — Mendapat respon positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Belu, Badan Gizi Nasional (BGN) akan menambah sebanyak 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Informasi disampaikan Yuventus Aldi Jurnalisto Malik, S.TP, Koordinator BGN Wilayah Kab. Belu, Sabtu 24 Januari 2026.

“Sementara juga ada pelaksanaan pembangunan di wilayah-wilayah desa terpencil itu ada 35 titik, 8 SPPG lagi siap beroperasi pada awal Februari. Saat ini di Belu sudah ada 6 yang berikan pelayanan, sehingga jika terbangun semuanya, Belu akan punya 49 SPPG,” katanya dalam Layanan Siaran MBG RRI Atambua pertelpon.

Menurutnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Belu-NTT menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi dan ekonomi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok rentan lainnya.

Program ini sekaligus mendukung agenda nasional penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Di Kabupaten Belu, pelaksanaan MBG mulai berjalan sejak 17 Februari 2025 dan hingga kini terus menunjukkan perkembangan positif.

Lanjutnya sepanjang tahun 2025 program MBG dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tenaga kesehatan, tenaga gizi, serta mitra penyedia pangan lokal.

“Pendekatan kolaboratif ini bertujuan memastikan bahan pangan yang disajikan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan keberlanjutan program,” tutur Yuven akrab disapa.

Ia menambahkan, pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi prioritas utama dalam program MBG. Hal ini dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani, peternak, dan pelaku perikanan di Kabupaten Belu.

“Petani sekarang tidak lagi bingung mencari pasar. Setiap hari kebutuhan bahan baku kami ambil dari mereka dalam jumlah besar, dan ini memberi efek domino bagi perekonomian lokal,” ujarnya.

Menurutnya, selain berdampak pada kesehatan anak-anak, MBG juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga menjadi fondasi penting dalam pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....