Pemkab.Belu Targetkan Buka 10 Dapur MBG Januari Ini
- 09 Jan 2026 11:45 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Pasca satu tahun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Belu, hingga kini tercatat sebanyak lima dapur MBG telah beroperasi dan melayani ribuan anak sekolah di berbagai wilayah. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi anak serta mendukung kesehatan dan proses belajar mengajar.
Bupati Belu, Willy Brodus Lay, mengatakan Pemerintah Kabupaten Belu terus berkomitmen untuk memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis agar dapat menjangkau seluruh sasaran yang telah ditetapkan. Menurutnya, program MBG memiliki dampak positif yang signifikan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
“Pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk memperluas layanan MBG. Pada Januari tahun 2026, kami menargetkan sebanyak sepuluh dapur MBG sudah dapat beroperasi secara penuh mulai Januari,” ucap Bupati Willy Lay Jumat, (9/01/2026).
Saat ini, lanjut Bupati, pemerintah daerah tengah melakukan berbagai persiapan agar dapur-dapur MBG yang ada dapat beroperasi secara maksimal dan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Persiapan tersebut meliputi kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta dukungan logistik yang berkelanjutan.
Bupati Willy Lay menjelaskan, pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Belu saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Setiap dapur MBG ditargetkan mampu melayani hingga 3.000 anak sekolah. Oleh karena itu, kehadiran dapur MBG tambahan dinilai sangat penting untuk menjangkau seluruh anak yang menjadi sasaran program.
“Jika satu dapur bisa melayani hingga tiga ribu anak, maka penambahan dapur menjadi kebutuhan mutlak agar seluruh anak sekolah dapat merasakan manfaat program ini,” Katanya.
Lebih lanjut, Bupati Willy Lay juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ia menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas sektor guna mendukung pembangunan infrastruktur serta sarana pendukung lainnya, sehingga program MBG dapat berjalan secara optimal di daerah-daerah dengan keterbatasan akses.
“Untuk wilayah 3T, tentu dibutuhkan dukungan ekstra. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar infrastruktur dan sarana pendukung bisa disiapkan dengan baik,” Ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak, menekan angka stunting, menjaga kesehatan peserta didik, serta menunjang kelancaran proses belajar mengajar di Kabupaten Belu. Pemerintah daerah optimistis, dengan perluasan cakupan dan penguatan koordinasi, Program MBG akan memberikan manfaat yang semakin luas bagi generasi muda di daerah perbatasan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....