Debat Perdana, Visi- Misi ROMAN Berpihak Pada Masyarakat Kecil

  • 21 Okt 2024 22:40 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Dalam debat perdana pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu Hironimus Roni Mau Luma dan Theodorus Frederikus Seran Tefa yang dikenal dengan tagline ROMAN menyampaikan visi-misi yang menjadi program strategis dan unggulan dalam membangun Belu yang tentunya, memiliki keberpihakan dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Debat perdana yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu, di Aula Ballroom Hotel Matahari pada Sabtu (19/10/24), Calon Bupati Belu Hironimus Roni Mau Luma menyampaikan bahwa program yang diusung merupakan realita saat ini yang harus segera dilakukan pembenahan karena ketidakmampuan pemerintah daerah saat ini yang belum mampu menyelesaikan sejumlah polemik yang menjadi persoalan berkepanjangan imbasnya masyarakat yang mengalami kesulitan, sehingga pihaknya menawarkan 6 Program unggulan dan prioritas yang segera direalisasikan saat terpilih nantinya menjadi Bupati dan wakil Bupati Belu.

Dirinya menjabarkan 6 program prioritas yang dimaksud yakni Reformasi total birokrasi, peningkatan sektor pertanian, perkebunan peternakan, perikanan dan ketahanan pangan, Peningkatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM, Peningkatan kesehatan masyarakat melalui pengobatan gratis, Peningkatan kualitas pendidikan, kebudayaan dan pariwisata serta Percepatan pembangunan infrastruktur di Belu.

Menurutnya sektor-sektor inilah yang harus segera dilakukan reformasi secara total demi mewujudkan masyarakat Belu yang sejahtera, beriman dan beradat.

Dalam kesempatan yang sama Calon Wakil Bupati Belu Theodorus Frederikus Seran Tefa yang dikenal dengan Theo Manek menyampaikan pihaknya memiliki visi yang strategis yakni Tri Bina Masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Belu yang sejahtera, beriman dan beradat.

Menurut Theo Manek visi ini penting mengembalikan tiga pilar pembangunan yang merujuk pada misi kabupaten Belu, seperti pertama meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ekonomi yang berbasis pemberdayaan, kedua tata kelola pemerintahan yang berdasarkan pada nilai-nilai hukum dan peraturan perundang-undangan dan ketiga membangun hubungan kerjasama yang baik antara pemerintah lembaga agama dan lembaga adat serta penguatan penguatan nilai-nilai kearifan lokal melalui lembaga adat.

Dengan visi misi yang ditawarkan, dampak dan pengaruhnya kepada masyarakat dan juga melihat sejumlah polemik yang terjadi saat ini, ROMAN dianggap pilihan sangat tepat untuk perkembangan dan kemajuan Rai Belu. (KM).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....