SMAK Suria Atambua Wujudkan Deep Learning yang Sesungguhnya
- 15 Agt 2025 17:45 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Suasana Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Suria Atambua setiap hari tepatnya jam 12.00 WITA dipenuhi berbagai aroma harum yang menggugah selera. Para siswa memamerkan hasil kreasi kuliner mereka dalam kegiatan kurikuler bertema “Kreativitas Tanpa Batas: Dari Bahan Lokal untuk Dunia”.
Dari meja ke meja, tersaji aneka olahan pangan unik beraroma nikmat seperti keripik pisang aneka rasa, keripik ubi renyah, bolu labu lembut, sambal seafood pedas menggigit, manisan pepaya segar, klepon kenyal berisi gula merah, hingga jagung susu keju (jasuke). Tentu saja, bukan hanya sedap dipandang mata, namun juga sedap untuk dinikmati.

Aneka olahan keripik dari bahan dasar buah pisang (Foto: Dok.SMAK Suria Atambua)
Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer masakan. Menurut salah satu koordinator kurikuler, Ibu Sherly Tulasi, proses pembuatan produk dilakukan dengan pendekatan pembelajaran terpadu. Guru dan siswa merancang resep, menghitung nilai gizi, membuat desain kemasan, hingga menyusun strategi pemasaran. “Kami ingin siswa tidak hanya bisa membuat produk, tetapi juga memahami proses dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Klepon buatan siswa-siswi SMAK Suria Atambua (Foto: Dok.SMAK Suria Atambua)
Romo Kepala Sekolah, Benyamin Seran, Pr, memberikan apresiasi penuh terhadap karya para siswa. “Inilah yang saya sebut deep learning. Anak-anak tidak hanya menghafal teori, tetapi benar-benar menghayati, mempraktikkan, dan mengembangkan keterampilan yang relevan untuk kehidupan nyata. Kreativitas mereka luar biasa, dan semangat kolaborasi yang terbangun sangat membanggakan,” kata Romo Benyamin.
Produk-produk hasil karya siswa ini rencananya akan didampingi HIPMI Kabupaten Belu dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Atambua untuk dipatenkan dan dipasarkan di swalayan-swalayan dan masyarakat sekitar melalui media sosial resmi SMAK Suria Atambua. Harapannya, program ini tidak hanya melatih keterampilan praktis, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap potensi lokal.
Dalam pendekatan Deep Learning terkandung makna fundamental yakni pembelajaran tidak hanya terhenti pada ranah teks tetapi hendaknya diarahkan ke konteks kehidupan nyata peserta didik.
Upaya sederhana ini dapat membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan antara pengetahuan, keterampilan, dan kearifan lokal dalam menciptakan generasi muda yang siap dan sigap menghadapi tantangan masa depan,” ucap Romo Kepala dengan nada penuh harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....