Faktor Perilaku Tantangan Penanganan TBC di Belu
- 22 Sep 2026 14:05 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Faktor perilaku masih menjadi kendala tersendiri dalam hal upaya pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Belu.
Menurut Camat Kota Atambua Markus Robinson Mau Koy perilaku masyarakat masih jauh dari kebiasaan untuk menjalani pola hidup sehat.
Perilaku buruk masyarakat tidak menjaga pola hidup sehat dicontohkan sebagai seorang perokok Kebiasaan merokok membuat gejala klinis TBC menjadi lebih berat dan seringkali lebih sulit dikenali sejak dini.
"Perilaku kita memang membuat diri hidup sehat itu mau dibilang masih kurang. Contoh saya batuk tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak memakai masker, polisi udara bisa menular," kata Camat Robinson.
Ia menambahkan, wilayah kecamatan kota Atambua meliputi beberapa kelurahan untuk area permukiman berada di sekitar bantaran sungai dan terbilang padat penduduk. Kondisi yang ada menyebabkan masyarakatnya rentan terserang penyakit.
Tantangan utama permukiman padat penduduk adalah keterbatasan infrastruktur dasar, tingginya risiko bencana, dan penurunan kualitas lingkungan serta kesehatan.
"Lokasi pasar ikan masuk kelurahan kota Atambua rumah sangat ber dempet, ventilasi minim, ini peluang banyak penyakit. Ada jualan ikan banyak lalat menularkan TBC itu mudah terjadi," ucapnya.
Gaya hidup yang tidak sehat atau kebiasaan buruk sangat memengaruhi kelemahan daya tahan tubuh dan kualitas lingkungan sekitar.
Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis menular melalui udara saat penderita TBC aktif batuk atau bersin.
Berikut adalah beberapa kebiasaan hidup buruk dapat mempermudah penularan serta memperparah kondisi TBC, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kondisi lingkungan rumah yang buruk, pola makan kurang nutrisi, perilaku etika batuk yang salah, serta kurang istirahat dan stress berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....