MKJP di Kabupaten Alor Terus Diperkuat untuk Mendukung Perencanaan Kehamilan

  • 22 Sep 2026 11:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Dinas Kesehatan Kabupaten Alor terus memperkuat pemanfaatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebagai salah satu upaya membantu pasangan usia subur merencanakan kehamilan. Pengelola KB Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Martha Kristiana Kirang, S. ST, mengatakan MKJP dapat digunakan oleh perempuan usia produktif, khususnya pengguna KB aktif.

“Untuk MKJP metode kontrasepsi jangka panjang ini untuk semua usia produktif, terkhusus bagi ibu-ibu yang KB aktif,” ujar Martha kepada RRI Atambua, Senin, 21 September 2026.

Menurut Martha, pelayanan MKJP saat ini diawali dengan proses konseling dan penyaringan melalui aplikasi Roda KLOP KB. Melalui aplikasi tersebut, tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat Alor terhadap MKJP mulai menunjukkan perkembangan seiring dengan semakin gencarnya kegiatan penyuluhan. Edukasi dilakukan melalui berbagai tempat dan kegiatan, termasuk tempat ibadah, posyandu, serta kegiatan kemasyarakatan sehingga cakupan pengguna MKJP terus didorong meningkat.

Untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan, Dinas Kesehatan Kabupaten Alor juga melakukan strategi pelayanan dengan sistem jemput bola. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dengan mengirim bidan desa dan tenaga kesehatan untuk mengikuti pelatihan MKJP di Kupang.

“Kami dengan sistem menjemput bola dengan cara kami mengirim bidan-bidan desa ke pusat pelatihan tenaga kesehatan di Latnakes Kupang untuk mengikuti pelatihan MKJP,” ujarnya lagi.

Selain pelayanan kepada pengguna KB aktif, edukasi MKJP juga diberikan kepada calon pengantin melalui konseling di wilayah kerja puskesmas. Menurut Martha, informasi mengenai KB menjadi bagian penting dalam membantu calon pasangan yang ingin menunda kehamilan setelah menikah.

“KB merupakan salah satu metode yang harus digunakan bagi calon pengantin yang mau menunda dulu kehamilan,” katanya.

Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan pemanfaatan MKJP, terutama kekhawatiran sebagian ibu terhadap proses pemasangan alat kontrasepsi. Dinas Kesehatan terus mendorong konseling dan promosi kesehatan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai proses pelayanan MKJP dan dapat menentukan pilihan kontrasepsi secara sadar.

Martha mengajak pasangan usia subur untuk menjadikan perencanaan kehamilan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan anak serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Alor. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....