MKJP Dinilai Efektif Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Alor

  • 22 Sep 2026 11:41 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) menjadi salah satu strategi yang terus didorong pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Alor. Pengelola KB Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Martha Kristiana Kirang, S.ST., mengatakan MKJP memberikan manfaat kesehatan sekaligus membantu efisiensi ekonomi keluarga.

“Kalau satu kali kunjungan hanya untuk sebulan, mengapa tidak menggunakan metode yang efektif sampai tiga tahun,” ujar Martha kepada RRI Atambua, 21 September 2026. Ia menjelaskan, penggunaan MKJP seperti implan dapat memberikan perlindungan hingga tiga tahun sehingga kunjungan dan biaya transportasi dapat ditekan.

Menurut Martha, masyarakat selama ini lebih banyak memilih kontrasepsi suntik atau pil yang membutuhkan kunjungan berulang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi geografis Kabupaten Alor menjadi salah satu tantangan karena jarak dari desa menuju puskesmas membutuhkan biaya transportasi cukup besar.

Ia menyebutkan, masyarakat di sejumlah wilayah harus mengeluarkan biaya sekitar seratus hingga dua ratus ribu rupiah untuk transportasi menuju puskesmas. Menurutnya, penghematan biaya tersebut dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membeli telur, ayam, dan sumber protein lainnya.

Dalam kaitannya dengan pencegahan stunting, penggunaan kontrasepsi jangka panjang dinilai dapat mendukung perencanaan kehamilan dan penguatan ekonomi keluarga. Pengaturan jarak kehamilan memungkinkan keluarga mempersiapkan kebutuhan anak, termasuk pemenuhan makanan bergizi dan kebutuhan pendidikan.

Martha juga menjelaskan bahwa setelah persalinan, ibu perlu mendapatkan informasi mengenai pilihan kontrasepsi yang sesuai untuk mencegah kehamilan yang terlalu dekat. Ia mendorong ibu dan pasangan tidak menunda pelayanan kontrasepsi serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan MKJP.

Selain implan, pilihan MKJP lainnya antara lain IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim, serta metode operasi wanita dan metode operasi pria. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak merasa takut atau malu mendapatkan pelayanan kontrasepsi karena tenaga kesehatan menjaga kerahasiaan dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan.

“Dilihat dari sisi ekonomi, dalam percepatan penurunan stunting, lebih baik menggunakan MKJP sekali untuk tiga tahun,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Alor melalui pelayanan kesehatan terus mendorong masyarakat mendapatkan informasi yang benar agar dapat menentukan pilihan kontrasepsi sesuai kondisi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....