Pengasuhan Positif Bentuk Ketahanan Mental Remaja Belu

  • 22 Agt 2026 17:06 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Dokter Spesialis Anak Kabupaten Belu dr.Sieeny,Sp.A mengatakan, Indonesia saat ini sedang menghadapi situasi waspada terkait kesehatan mental anak dan remaja. Demikian disampaikannya kepada rri.co.id, Jumat 21 Agustus 2026.

"Hasil skrining skala nasional oleh Kementerian Kesehatan juga mengungkap bahwa ratusan ribu anak terdeteksi memiliki gejala kecemasan dan depresi. Dengan tren yang semakin meningkat tajam seiring bertambahnya usia anak .

dr.Sieeny juga menekankan bahwa gejala cemas dan depresi pada anak sering kali samar dan berbeda dari orang dewasa. "Jika orang dewasa menunjukkan depresi lewat kesedihan mendalam, anak-anak justru lebih sering menunjukkannya lewat perubahan perilaku yang agresif atau keluhan fisik."

Beliau merincikan,ketika anak memasuki usia remaja,mereka menghadapi akumulasi tekanan yang jauh lebih kompleks seperti, transisi pubertas memengaruhi regulasi emosi di otak. Kemudian beban sekolah yang meningkat, tuntutan prestasi, kecemasan akan masa depan, risiko perundungan (bullying), tekanan untuk diterima kelompok dan dampak negatif media sosial.

‘’Fase remaja merupakan masa krusial di mana anak mengalami penumpukan tekanan yang datang dari berbagai aspek sekaligus,’’ ujar dr.Sieeny. Menurutnya,Jika anak menunjukkan perubahan perilaku drastis seperti menarik diri dari lingkungan,murung berkepanjangan,atau kehilangan minat pada hobi mereka,jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional.

‘’Silahkan masyarakat mengunjungi layanan kesehatan anak dan konsultasi terkait tumbuh kembang serta kesehatan fisik juga mental anak dapat diakses melalui fasilitas kesehatan setempat,’’ ucap dr Sieeny.

Menghadapi situasi waspada kesehatan mental anak dan remaja saat ini, harapan dan rekomendasi utama dari Dokter Spesialis Anak Kabupaten Belu, dr.Sieeny,Sp.A, berfokus pada pembentukan fondasi ketahanan anak melalui pendidikan positif sejak dini guna untuk mengatasi situasi waspada kesehatan mental seperti kecewa dan depresi pada anak dan remaja.

‘’Melalui pendekatan kedokteran anak,penguatan mental ini harus dimulai dari lingkungan keluarga terkecil guna membangun imunitas emosional yang kuat sebelum anak menghadapi tekanan sosial dan akademik yang lebih luas,’’ tuturnya mengakhiri perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....