Lapas Atambua Rujuk Warga Binaan Sakit Dada ke RSUD Atambua
- 19 Agt 2026 20:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua dengan sigap melarikan seorang warga binaan, Erik Seran ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, Selasa 18 Qgustus 2026 pukul 11.00 WITA. Langkah cepat ini diambil guna memberikan penanganan medis lanjutan setelah warga binaan mengalami keluhan kesehatan secara mendadak.
Proses rujukan dilakukan menggunakan mobil ambulans milik Lapas Atambua. Pengawalan dan pendampingan medis dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Perawatan, Yosef Siga, bersama Petugas Pengolah Data Kesehatan, Yacoba Lobang.
Kepala Subseksi Perawatan, Yosef Siga, menjelaskan bahwa keputusan untuk merujuk pasien diambil setelah melihat kondisi kesehatan Erik yang kian memburuk dalam waktu singkat.
"Kejadian ini diawali ketika Erik mengeluhkan sakit di bagian dada kepada petugas medis Lapas mulai pukul 10.00 WITA. Namun, hingga pukul 11.00 WITA, rasa sakit yang dirasakannya makin tidak tertahankan. Melihat kondisi tersebut, kami bertindak cepat dan langsung membawa Erik ke RSUD Atambua untuk mendapatkan perawatan intensif," ujar Yosef.
Setibanya di RSUD Atambua, tim medis rumah sakit langsung melakukan serangkaian tindakan penanganan darurat. Petugas Pengolah Data Kesehatan Lapas Atambua, Yacoba Lobang, menyampaikan bahwa pasien telah melalui serangkaian penanganan spesialis.
"Pasien telah selesai menjalani pemeriksaan rekam jantung (EKG). Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, dokter merekomendasikan penanganan lanjutan berupa tes Ekokardiografi (USG Jantung) yang ditangani langsung oleh Dokter Spesialis Jantung. Selama proses pengawasan dan pengawalan, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif," kata Yacoba.
Setelah mendapatkan penanganan medis yang tepat dan kondisinya dinyatakan membaik oleh tim dokter, Erik akhirnya diizinkan untuk kembali ke Lapas Atambua. Saat ditemui usai kembali ke blok hunian, Erik menyampaikan rasa terima kasihnya atas respon cepat dari jajaran petugas Lapas.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kasubsi Perawatan dan petugas kesehatan Lapas yang merespon keluhan saya dengan sangat cepat. Kalau tidak segera dibawa ke rumah sakit, saya tidak tahu bagaimana kondisi saya. Terima kasih juga atas pengawalan dan perhatian yang diberikan selama saya dirawat," kata Erik.
Langkah tanggap ini menjadi bukti komitmen Lapas Kelas IIB Atambua dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan menjamin hak-hak dasar para warga binaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....