Mahasiswa STIKes Nusantara Kupang Sebanyak 149 orang Jalani Praktek PKL di TTU
- 12 Agt 2026 16:04 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Sebanyak 149 orang mahasiswa asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang menempuh pendidikan di STIKes Nusantara Kupang, dengan beberapa besik kesehatan seperti jurusan kebidanan, Keperawatan dan Gizi, mulai melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di wilayah Kabupaten TTU dan tersebar ke 24 Puskesmas. Para mahasiswa kesehatan tersebut diterima Bupati TTU, Yosep Falentinus Dellasale di halaman Kantor Dinas Kesehatan pada Senin 10 Agustus 2026.
Para mahasiswa PKL yang jumlahnya 149 orang itu merupakan bagian dari lebih dari 800 mahasiswa asal TTU yang saat ini menempuh pendidikan di STIKes Nusantara Kupang melalui program kolaborasi pendidikan. Program tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia TTU, khususnya di bidang kesehatan.
Pada kesempatan itu Bupati Falent mengatakan bahwa, para mahasiswa kesehatan itu menempuh pendidikan di STIKes Nusantara Kupang berkat biaya dana kolaborasi yang bersumber dari CSR dan dana pribadinya", ujar mantan TNI ini.
“Jadi perlu diketahui bahwa, mahasiswa PKL dari STIKes Nusantara Kupang yang saat ini PKL di 24 Puskesmas di TTU biaya pendidikan mereka Dari CSR, dan saya pribadi saya. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi muda TTU sebagai investasi sumber daya manusia dan penting bagi masa depan daerah", kata Bupati Falent tegas.
Bagi Bupati Falent bahwa, pembangunan TTU tidak hanya berfokus pada infrastruktur. Tetapi juga harus ada pos anggaran bagi sumber daya manusia supaya ke depan mereka memiliki pendidikan dan keterampilan. Kini, mahasiswa yang mengikuti program tersebut mulai memasuki tahapan pembelajaran lapangan dengan turun langsung ke masyarakat melalui PKL di puskesmas-puskesmas di TTU.
"Para mahasiswa kesehatan ini, harus serius menjalankan PKL dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat TTU. Sebab di ruang kelas, mereka telah belajar tentang teori. Di laboratorium, mereka belajar tentang keterampilan. Tetapi di tengah masyarakat, para mahasiswa PKL belajar tentang kemanusiaan,” kata Bupati Falent .
Ia meminta mahasiswa tidak hanya menjalankan program sebagai kewajiban akademik. Tetapi juga mendengar kebutuhan masyarakat, memahami persoalan kesehatan, serta membangun komunikasi dengan kader Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, dan tenaga kesehatan", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.
Bupati Falent juga meminta para kepala puskesmas di TTU supaya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, mengamati, dan terlibat secara bertanggung jawab dalam pelayanan kesehatan. Karena kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat TTU.
Untuk diketahui, Program pendidikan mahasiswa asal TTU di STIKes Nusantara Kupang sebelumnya sempat mendapat komentar dan keraguan dari sejumlah pihak. Kritikan datang dari kalangan DPRD TTU dan kelompok masyarakat. Bahkan ada pihak yang menilai program tersebut hanya sebatas janji dan mempertanyakan realisasinya.
"Namun, pada Senin, 10 Agustus 2026, sebanyak 149 mahasiswa dari program tersebut telah mulai menjalankan PKL di 24 puskesmas di Kabupaten TTU. Sehingga, program pendidikan yang melibatkan lebih dari 800 mahasiswa asal TTU tersebut kini memasuki tahapan pembelajaran lapangan", kata Bupati Falent.
Bupati Falent, kemudian mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing serta berharap pelaksanaan PKL berjalan baik dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, fasilitas kesehatan, maupun masyarakat TTU. Silahkan melakukan PKL dan belajar secara baik. Selamat mengabdi, dan selamat menjalankan Praktik Kerja Lapangan,” ujar mantan TNI ini (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....