Tren Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama Penyalahgunaan Narkoba Remaja

  • 29 Jun 2026 15:50 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, ATAMBUA - Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Dominikus Bria Seran, S.Kep., mengatakan bahwa gaya hidup menjadi alasan utama remaja terjebak narkoba. Banyak anak muda terjebak keinginan mengikuti tren demi menghindari rasa ketinggalan atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Survei Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan banyak orang sebenarnya memahami bahaya narkotika secara mendalam. Meskipun sosialisasi sudah dilakukan sejak dini, keinginan mencoba narkoba tetap sangat tinggi di masyarakat.

"Rasa penasaran remaja yang sangat tinggi sering membuat mereka nekat mencoba," kata Domi ketika dihubungi rri.co.id, Senin, 29 Juni 2026. "Mereka ingin merasakan efek sesaat yang dijanjikan oleh obat terlarang tersebut secara langsung."

"Kenikmatan sesaat itu akan berubah menjadi penderitaan panjang bagi para penggunanya," ucap Domi. Sifat ketergantungan narkoba sangat berbahaya, terutama bagi kondisi fisik generasi muda yang belum kuat.

Setelah mencoba, tubuh mereka dipaksa untuk terus menggunakan zat adiktif tersebut secara terus-menerus. Dominikus menegaskan bahwa seseorang sering kali tidak mampu lagi mengontrol keinginan tubuh untuk memakai narkoba.

Ketergantungan inilah yang membuat pecandu sangat sulit untuk berhenti menggunakan narkoba secara mandiri. Penting sekali bagi pecandu untuk mendapatkan penanganan medis melalui pusat rehabilitasi.

Di tempat rehabilitasi, pecandu akan menjalani berbagai terapi fisik untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka. Para tenaga ahli akan membantu pecandu melupakan ketergantungan narkoba tersebut secara bertahap dan terukur.

Menurut Domi, tanpa adanya rehabilitasi, seseorang akan terus terbawa dalam pusaran keinginan menggunakan narkoba setiap saat. Segera cari bantuan profesional jika ada yang terjerumus dalam masalah ketergantungan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....