Darurat, Lapas Atambua Evakuasi Warga Binaan ke IGD RSUD

  • 23 Jun 2026 16:53 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua bergerak cepat dalam memberikan pertolongan darurat medis kepada salah seorang warga binaan. Akibat kondisi kesehatan yang memburuk secara drastis, warga binaan bernama Bernadus Talo terpaksa dilarikan ke Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Gabriel Manek Atambua untuk mendapatkan penanganan segera, Selasa 23 Juni 2026.

Peristiwa darurat ini bermula ketika Bernadus mengeluhkan sakit luar biasa pada bagian perutnya. Petugas medis Lapas, Yacoba Lobang yang melakukan pemeriksaan awal mendeteksi adanya gejala akut yang membutuhkan peralatan medis lebih lengkap.

"Saat pemeriksaan awal, kondisi Bernadus sudah sangat lemas karena nyeri hebat. Kami segera berkoordinasi dengan dokter yang bekerja sama dengan Lapas, dan atas arahannya, pasien langsung kami rujuk ke RSUD demi penanganan yang lebih intensif," ujar Yacoba. Tanpa membuang waktu, pihak Lapas langsung mengevakuasi pasien ke rumah sakit daerah. Berdasarkan diagnosis dokter RSUD, Bernadus menderita komplikasi penyakit lambung kronis yang kambuh secara mendadak.

Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa menjelaskan bahwa aksi tanggap cepat petugas ini berlandaskan pada komitmen kuat pemenuhan hak-hak dasar warga binaan, khususnya di bidang kesehatan.

"Tanggap cepat petugas ini berlandaskan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan kesehatan darurat serta komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima tanpa diskriminasi. Nyawa dan kesehatan warga binaan adalah prioritas utama yang harus dilindungi dalam situasi apa pun," kata Kalapas.

Saat ini, Bernadus Talo masih berada di bawah pengawasan ketat tim medis rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif. Pihak Lapas Atambua juga menugaskan beberapa personel untuk melakukan pengawalan sesuai dengan prosedur pengamanan yang berlaku.

Langkah responsif juga merupakan fungsi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian dan hukum, melainkan juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan jiwa para warga binaan yang berada di dalam Lapas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....