Kunci Hadapi Anak Tantrum

  • 16 Mei 2026 19:58 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Dokter spesialis anak Kabupaten Belu dr. Seany, S.Pa menyebutkan cara terbaik bagi orang tua untuk mengawasi serta menjaga anak tantrum berfokus pada regulasi emosi. Demikian informasinya kepada rri.co.id, Jumat 15 Mei 2026.

"Orang tua harus terlebih dahulu dan memastikan keamanan fisik anak, serta memvalidasi perasaan mereka tanpa menuruti perilaku agresifnya."

Ia menjelaskan,secara umum dalam dunia kedokteran anak,tantrum adalah fase perkembangan emosi yang normal pada anak usia 1–4 tahun karena keterbatasan mereka dalam mengkomunikasikan perasaan.

Berikut langkah-langkah terstruktur dan taktis untuk menangani anak tantrum, menurut dr.Seany, bisa dimulai dengan menenangkan anak yang sedang tantrum adalah menjaga ketenangan diri sendir.Bicaralah dengan intonasi datar,hal ini sangat penting karena anak adalah peniru ulung,jika merespons dengan amarah justru akan membuat ledakan emosinya semakin memuncak.

‘’Anak adalah peniru yang handal, jika orang tua merespons dengan berteriak atau marah, tantrum anak akan semakin memuncak. Berbicaralah dengan suara yang tenang, lembut, dan stabil tanpa menggunakan kata-kata ancaman, jeda sejenak untuk menenangkan diri sebelum mendekati anak,’’ kata dr.Seany.

Langkah terbaik saat anak mengamuk adalah menghentikan perilaku berbahaya,memvalidasi emosinya, dan menunggunya tenang tanpa menuruti permintaannya. Tujuannya adalah mengelola emosi agar anak belajar mengekspresikan perasaannya dengan lebih sehat tanpa merasa dipermalukan

‘’Jika anak mulai memukul,menendang atau berguling di area publik,segera bawa ia ke ruangan yang lebih sepi dan aman.Singkirkan barang-barang tajam,pecah belah,atau keras dari jangkauan anak untuk mencegah cedera. Tetap berada di dekat anak agar ia tahu Anda selalu ada untuk menjaganya,’’ ujarnya.

Validasi emosi, pengalihan positif,dan sentuhan lembut,kata dr.Seany,adalah hal utama dalam meredakan tantrum atau luapan emosi pada anak secara efektif. Pendekatan ini membantu anak merasa didengar sekaligus menenangkan sistem saraf mereka yang sedang tegang

‘’Gunakan kalimat pendek seperti,kamu sedang kesal ya karena mainannya rusak? Ibu paham. Tawarkan mainan lain, ajak melihat hal menarik di luar rumah, atau tawarkan minum untuk meredakan ketegangan fisiknya, jika anak bersedia dan tidak menolak kontak fisik, berikan pelukan hangat untuk menurunkan hormon stresnya,’’ujar dr.Seany.

dr.Seany menegaskan,menegakkan batasan yang konsisten saat anak tantrum sangat penting, agar mereka tidak belajar bahwa mengamuk adalah cara untuk mendapatkan sesuatu. Tetap katakan "Tidak" dengan tegas pada keinginan yang membahayakan atau berlebihan,dan lakukan pengabaian aktif untuk perilaku mencari perhatian sembari memastikan anak tetap aman.

‘’Jika tantrum dipicu oleh keinginan yang dilarang misalnya meminta gawai atau permen berlebih, tetap katakan "tidak" dengan konsisten agar anak tidak belajar bahwa mengamuk adalah cara mendapatkan sesuatu.Jika anak mengamuk hanya demi mematangkan keinginannya, lakukan teknik mengabaikan secara aktif selama ia dalam kondisi aman,’’ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....