Mengenal Gejala dan Risiko Penularan Bakteri Patek

  • 05 Mei 2026 17:06 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyakit ini sering disebut patek atau puru di beberapa daerah Indonesia dan sangat menular melalui cairan dari luka penderita.

"Stadium satu berupa bintil atau luka terbuka tidak nyeri yang sangat disukai lalat serta bersifat sangat infeksius bagi orang," demikian dijelasakan Kepala UPTD Puskesmas Umanen, dr. Yeni Tasa melalui Dokter Puskesmas Umanen, dr. Maria Victoria Seran kepada rri.co.id, Selasa, 05 Mei 2026.

Faktor risiko utama meliputi kebersihan personal yang rendah serta kurangnya akses air bersih pada lingkungan yang lembab dan kumuh.

"Bakteri masuk melalui luka terbuka atau kebiasaan bertukar barang pribadi sehingga masyarakat harus selalu menerapkan pola hidup bersih sehat," tuturnya menghimbau.

Jika tidak diobati infeksi dapat berulang bahkan menimbulkan kecacatan permanen pada tulang dan sendi setelah beberapa tahun fase laten.

"Pemeriksaan darah berupa tes cepat dilakukan guna mengonfirmasi kuman yang kemudian dilanjutkan dengan pengobatan dosis tunggal obat jenis Azitromisin," ucapnya.

Surveilans aktif secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam memastikan penyakit ini benar-benar hilang dari seluruh wilayah kerja Puskesmas Umanen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....