Bupati TTU Minta Harga Berobat Warga Timor Leste dibedakan Dengan Warga Indonesia
- 30 Mar 2026 07:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Bupati Timor Tengah Utara (TTU) meminta Puskesmas di perbatasan seperti Napan, Wini, Manamas untuk tidak melayani pasien dari negara Timor Leste (Distrik Oe-Cusse) dengan harga Indonesia baik obat-obatan dan jasa pelayanan. Para medis boleh melayani pasien asal Timor Leste, tetapi harganya tidak sama dengan masyarakat Indonesia. Keputusan ini diambil karena subsidi obat-obatan hanya berlaku bagi masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo saat memberi arahan kepada 26 Kepala Puskesmas di Aula Kantor Bupati pada Jumat 27 Maret 2026.
Menurut Bupati Falent bahwa, ia sendiri menemukan praktek pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di wilayah perbatasan terutama dari Distrik Oe-Cusse disamakan dengan pasien umum di TTU (Indonesia). Selain Napan, Pukesmas Wini, Manamas juga melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Timor Leste dengan harga lokal.
"Saat sidak di Puskesmas Napan itu, saya menemukan banyak warga negara Timor Leste ikut berobat, namun yang terjadi adalah harga yang diberikan oleh Puskemas Napan itu dimakan dengan pasien umum TTU. Karena itu, perlu ada pembenahan dan Dinas Kesehatan TTU perlu melakukan kajian supaya Pemda-DPRD TTU perlu merubah regulasi bagaimana melayani pasien dari negara tetangga," kata mantan TNI ini.
Lanjut Bupati Falent bahwa, setelah ada regulasi berupa Perbup ada Perda maka ada kepastian soal harga pasti bagi pasien dari negara Timor Leste. Pasalnya banyak masyarakat dari negara itu sering berobat ke puskesmas Napan, Wini dan Manamas. Jadi regulasi itu perlu secepatnya dibuat supaya tidak kehilangan pendapatan dari pelayanan kesehatan terhadap warga negara Timor Leste.
Bupati menekankan bahwa Puskesmas harus memprioritaskan pelayanan bagi warga Indonesia, terutama mereka yang membutuhkan subsidi kesehatan (BPJS). "Subsidi obat-obatan kita hanya untuk masyarakat Indonesia, jadi kita harus pastikan bahwa mereka yang mendapatkannya adalah warga kita," ujarnya.
"Khususnya puskesmas-puskesmas di wilayah perbatasan Indonesia -Timor Leste dari Napan, Manamas, dan Wini juga harus berbenah diri dari fasilitas yang dimiliki terutama toilet umum itu di Napan tidak berfungsi dengan baik. Jangan beranggapan bahwa yang datang berobat adalah masyarakat biasa, lalu standar pelayanan diturunkan itu tidak dibenarkan. Selain itu, harus siap dari obat-obatan dan dokter", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.
Sementara Plt Kepala Puskesmas Napan, Albertus Korbafo di hadapan Bupati TTU menyampaikan bahwa, Puskesmas di daerah perbatasan memang sering menghadapi tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama karena keterbatasan sumber daya dan infrastruktur. Selain itu, mereka juga terkendala regulasi yang tidak mengatur bagaimana standar harga bagi warga negara Timor Leste.
Selain itu, Puskesmas Napan juga terkendala Sopir Ambulance yang mana hanya tersedia 1 orang. Karena itu mereka kesulitan saat merujuk pasien ke RSUD Kefamenanu dan berharap ada tambahan tenaga sopir. Albertus juga bersepakat dengan keputusan Bupati TTU supaya ada perbaikan regulasi sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia di perbatasan (S.K).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....