Apoteker Alor Siaga Hadapi Bencana
- 27 Feb 2026 15:21 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor – Dunia farmasi di Kabupaten Alor dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penanganan bencana. Apoteker tidak hanya bertugas menyiapkan obat, tetapi juga terlibat langsung dalam distribusi logistik saat kondisi darurat.
Owner Apotik Alor Gresia Farma, apt. Lusia Drikti N. Gorantokan, menjelaskan bahwa para apoteker ternaung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Di dalamnya terdapat sub-organisasi Apoteker Tanggap Bencana yang rutin mengikuti pelatihan kesiapsiagaan.
Menurutnya, saat bencana Seroja tahun 2021, apoteker di Alor turun langsung membantu masyarakat terdampak. Mereka berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Alor untuk mendistribusikan obat-obatan dan logistik kesehatan.
“Untuk apoteker sendiri, kami ternaung dalam Ikatan Apoteker Indonesia dan ada Apoteker Tanggap Bencana yang memang dilatih untuk siap turun ke daerah terdampak,” ujarnya. Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menambahkan, kesiapan apotek swasta juga difokuskan pada ketersediaan stok obat, terutama karena Alor merupakan daerah kepulauan yang bergantung pada transportasi laut dan udara. Cuaca ekstrem berpotensi menghambat distribusi obat.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya rutin memantau peringatan dini dari BMKG. Informasi prakiraan cuaca menjadi acuan untuk memastikan stok obat tetap aman saat terjadi gangguan distribusi.
“Fokus kami adalah menjaga ketersediaan obat-obatan agar jangan sampai kosong, karena kalau stok habis, kasihan juga masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai kolaborasi antara apotek swasta dan Dinas Kesehatan masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, pemetaan wilayah rawan bencana dan kelompok usia rentan dapat membantu menentukan jenis obat yang harus diprioritaskan.
Obat anti nyeri, antibiotik, antiseptik, serta obat penyakit degeneratif seperti hipertensi dan asma menjadi kebutuhan utama saat bencana. Selain distribusi obat, apoteker juga berperan dalam edukasi masyarakat mengenai penyimpanan dan penggunaan obat yang tepat.
Ia berharap sinergi antara organisasi profesi kesehatan dan pemerintah daerah terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang lebih optimal, ketersediaan obat saat bencana dapat terjamin dan masyarakat tidak mengalami kesulitan layanan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....