Rasa Takut Dengan Trauma Itu Berbeda
- 21 Feb 2026 00:49 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Rasa takut dengan trauma itu berbeda, sehingga respons penanganannya tidak bisa disamakan dalam situasi kebencanaan yang melibatkan anak-anak.
Informasi ini disampaikan Christiani Natalia Banik, S.Psi, Konsultan Psikologi, yang juga Founder Dhegea Child Stimulation Center, kepada rri.co.id, Selasa 17 Februari 2026.
Perasaan takut merupakan reaksi alami yang wajar muncul setelah bencana, namun belum tentu berkembang menjadi gangguan psikologis mendalam.
“Kalau dia hanya sebatas perasaan takut, cemas, mungkin sering menangis, itu kita bisa kasih dukungan psikologis awal,” tutur narasumber pada Program Kentongan RRI Atambua itu.
Dukungan psikologis awal atau PFA dapat dilakukan oleh relawan terlatih tanpa harus menunggu kehadiran psikolog profesional di lapangan.
Langkah pertama adalah memastikan anak berada di ruang aman, nyaman, dan terlindungi dari situasi yang memicu kecemasan kembali.
Setelah anak lebih tenang, pendamping dapat mengajak bermain, menggambar, membaca cerita, atau melakukan aktivitas rutin yang menyenangkan.
“Kita jangan menanyakan kembali kejadian bencana tersebut karena itu hanya akan menimbulkan pengalaman buruknya kembali,” ujarnya mengingatkan. (EM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....