Akses Pendidikan Inklusif, Jamin Kesetaraan Disabilitas di NTT
- 25 Jan 2026 09:44 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua-Jika akses pendidikan yang inklusif seutuhnya terwujud di NTT, kedepan akan menjadi jaminan kesetaraan hak-hak kaum difabel. Statement disampaikan Vinsensius Kia Beda,SH, Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia dalam perbincangan RRI Atambua, Sabtu 24 Januari 2026.
"Kami Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) yang berlokasi di Kab. TTU-NTT, fokus ke hal Itu karena sangat krusial untuk menciptakan kesetaraan dan inklusif. Mulai dari desa, kecamatan sampai kabupaten bahkan tingkat provinsi kita perjuangkan," ujarnya.
Dengan pendidikan cakrawala berpikir akan terbuka, sehingga kaum difabel mampu menciptakan peluang usaha dan mandiri. "Kalau sekolah akan ciptakan SDM difabel yang terampil, jadi tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi penggerak ekonomi di desa," ujar Vinsensius.
Vinsensius menegaskan, melalui pendidikan formal atau non formal seperti pelatihan peningkatan skill. Penyandang disabilitas yang dilibatkan dalam dunia kerja akan banyak berikan kontribusi dan pada akhirnya setara dengan masyarakat pada umumnya.
"Dari kecakapan mereka, kemudian bisa dilibatkan juga dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa (Musrenbangdes). Karena mereka mampu berikan masukan, sesuai dengan apa yang dibutuhkan sehingga perlu dilibatkan," tuturnya.
Pelibatan dimaksud demi memastikan pembangunan desa bersifat inklusif, adil, dan tidak meninggalkan siapapun. Partisipasi bukan sekadar pemenuhan administratif, tapi hak fundamental disabilitas sebagai subjek hukum untuk menentukan arah pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka" ucapnya.
Demikian landasan yang mendorong Langkah YPTI, untuk berfokus pada penguatan kapasitas disabilitas. Agar mereka menyadari dan mampu menuntut hak-hak dasarnya untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan, hal ini dapat dimulai dari tingkat desa.
"Pemerintah desa di NTT, sebagai pemangku kewajiban terdekat dengan difabel, kami dorong untuk mulai buka ruang inklusif. Fasilitasi kebutuhan pengembangan SDM disabilitas agar setara dalam mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan," ucap Vinsensius tegas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....